News / Metropolitan
Selasa, 21 Juli 2026 | 05:05 WIB
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Komisaris Danantara Asset Management meninjau layanan PNM di Mojokerto pada Selasa, 21 Juli 2026, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
  • PNM mendampingi lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Mojokerto dan 23,3 juta nasabah prasejahtera secara nasional melalui program pemberdayaan.
  • Kunjungan tersebut juga memantau fasilitas pendidikan Ruang Pintar yang mendukung kegiatan belajar bagi 43 anak di wilayah sekitar.

Suara.com - Komitmen mendorong ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke sejumlah layanan PNM di Mojokerto, Selasa (21/7/2026).

Kunjungan ini menyasar Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), usaha nasabah, hingga fasilitas pendidikan Ruang Pintar.

Langkah ini menjadi bukti bahwa penguatan usaha ultra mikro tidak hanya bertumpu pada pembiayaan. Pendampingan dan pemberdayaan berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar usaha kecil dapat berkembang dan bertahan.

Di Mojokerto, PNM tercatat telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif hingga 30 Juni 2026. Layanan tersebut didukung 352 Account Officer yang mendampingi 5.515 kelompok usaha secara rutin.

Secara nasional, jangkauan PNM bahkan lebih luas. Lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera telah terlayani melalui ribuan kantor layanan yang tersebar di 36 provinsi.

Mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, disusul pertanian, jasa, hingga industri rumahan. Kondisi ini menunjukkan sektor ultra mikro memiliki peran penting dalam menopang ekonomi lokal.

Salah satu nasabah, Sulikah, menceritakan transformasi usahanya setelah bergabung dengan PNM Mekaar. Dari berjualan jajanan rumahan, kini ia berhasil mengembangkan warung bakso dengan beragam menu di jalur pendakian.

Pendampingan rutin melalui PKM memberikan edukasi pengelolaan usaha dan keuangan. Selain itu, jejaring antar nasabah turut memperkuat daya tahan bisnis di tingkat akar rumput.

Kunjungan juga dilakukan ke Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah. Program ini menjadi wujud perhatian terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga nasabah.

Baca Juga: Rahasia Agar Usaha Perempuan Tak Berhenti di Tengah Jalan

Sebanyak 43 anak dari jenjang PAUD hingga sekolah dasar mengikuti kegiatan belajar rutin di fasilitas tersebut. Program ini diharapkan mampu membuka peluang pendidikan informal bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad, mengapresiasi pendekatan menyeluruh yang dilakukan PNM. “Yang kami apresiasi bukan hanya pembiayaan, tetapi juga kepedulian melalui Ruang Pintar dan lingkungan sekitar nasabah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menegaskan bahwa pemberdayaan menjadi inti dari layanan perusahaan.

Ia menyebut dukungan Danantara akan memperluas dampak program bagi perempuan prasejahtera.

“Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah PNM. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat nyata,” kata Sunar.

Load More