News / Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 13:06 WIB
Logo Amazon. [Unsplash/Christian Wiediger]
Baca 10 detik
  • IRGC Iran menghancurkan infrastruktur data pusat Amazon di Bahrain menggunakan rudal jelajah.

  • Serangan Iran ke Yordania merusak radar pertahanan udara dan pesawat F-15 Amerika Serikat.

  • Operasi militer Iran dilancarkan sebagai balasan atas gempuran AS di fasilitas Darkhovin.

Suara.com - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang serangan rudal jelajah yang menghancurkan server data utama milik Amazon di Bahrain. Langkah militer ini langsung melumpuhkan tulang punggung komputasi komersial Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Kehancuran infrastruktur digital komersial tersebut menandai babak baru eskalasi konflik yang merembet ke sektor teknologi vital. Divisi Kedirgantaraan IRGC mengonfirmasi penggunaan sejumlah rudal presisi dalam gempuran mendadak tersebut.

Di sisi lain, gempuran Iran tidak hanya membidik sasaran sipil komersial, tetapi juga menghantam pangkalan militer AS di Yordania. Fasilitas pertahanan udara dan jet tempur AS dilaporkan hancur dalam serangan terpisah tersebut.

Iran menggempur 18 pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan armada drone. (Anadolu)

Pihak IRGC menegaskan aksi militer ini merupakan balasan langsung atas tindakan Amerika Serikat. Pihak Iran menuding militer AS lebih dulu menyerang infrastruktur sipil mereka di wilayah Darkhovin.

"Angkatan Udara dan Antariksa telah menghancurkan infrastruktur data pusat Amazon menggunakan beberapa rudal jelajah," tulis IRGC.

Selin itu, serangan beruntun ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania menargetkan perangkat keras pertahanan yang sangat krusial. Sistem radar dan armada udara AS menjadi sasaran utama dalam penyerangan tersebut.

Laporan resmi menunjukkan radarnya hancur total bersama fasilitas tempat penyimpanan pesawat tempur canggih. Kondisi ini membuat pertahanan udara AS di kawasan tersebut mengalami keretakan fatal.

Mengenai kerusakan pada instalasi militer Amerika Serikat di Yordania, IRGC menyatakan:

"Angkatan Udara dan Antariksa menghancurkan sistem radar pertahanan rudal dan pesawat F-15 di dalam bunker saat serangan rudal ke pangkalan Amerika."

Baca Juga: Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

Strategi penghancuran radar ini dirancang khusus untuk membuka celah pertahanan kawasan secara luas. Iran berupaya membutakan mata pemantau militer AS sebelum meluncurkan operasi penyerangan berikutnya.

Pihak IRGC menambahkan tujuan taktis dari perusakan radar utama tersebut.

"Operasi ini bertujuan membersihkan jangkauan radar di wilayah tersebut guna membuka jalan bagi serangan rudal dan nirawak yang lebih luas."

Gempuran terbaru ini berakar dari saling balas serangan antara militer Amerika Serikat dan pasukan bersenjata Iran di Timur Tengah. Aksi saling serang yang menyasar fasilitas vital kedua negara menaikkan tensi keamanan hingga ke titik tertinggi.

Tindakan Iran menyasar pusat data Amazon dan pangkalan militer di Yordania menjadi respons langsung atas kerusakan fasilitas publik di Darkhovin. Wilayah strategis kedua negara kini berada dalam ancaman pertempuran terbuka yang semakin meluas.

Load More