News / Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 12:11 WIB
Drone Kamikaze Switchblade 300 Block 20 (avinc.com)
Baca 10 detik
  • Drone kamikaze Iran menyerang tiga pangkalan militer utama Amerika Serikat di Kuwait.

  • Serangan merusak fasilitas administrasi, parkir helikopter, hingga area akomodasi prajurit AS.

  • Militer Iran menegaskan gempuran dilakukan demi membalas tindakan pasukan Amerika Serikat.

Suara.com - Pengerahan drone kamikaze Iran menandai babak baru eskalasi militer yang mengincar pusat kendali Amerika Serikat di Kuwait. Serangan udara ini menyasar langsung fasilitas vital guna meruntuhkan dominasi pertahanan AS di kawasan tersebut.

Aksi mendadak tersebut mempertegas strategi konfrontasi terbuka Teheran terhadap pangkalan strategis Paman Sam. Langkah penyerangan ini membidik infrastruktur komunikasi dan logistik utama yang menopang operasional militer AS.

Gempuran beruntun ini melumpuhkan fokus operasional tentara Amerika di kawasan Teluk secara mendadak. Pusat koordinasi udara dan hunian prajurit menjadi sasaran paling rawan yang langsung terkena imbas gempuran.

Rudal Iran (Tasnimnews)

Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, tentara Iran mengonfirmasi gempuran terhadap gedung administrasi serta antena pemandu arah di Camp Arifjan. Selain itu, area parkir helikopter di Camp Al-Adiri dan fasilitas akomodasi prajurit di Pangkalan Ahmed Al-Jaber turut hancur.

Kantor berita resmi tersebut menegaskan bahwa aksi militer ini bertujuan membalas manuver pasukan Amerika Serikat. Penyerangan tajam ini dirancang untuk memutus mata rantai komando pasukan darat dan udara Amerika.

Pihak militer Iran membeberkan alasan mendasar di balik operasi peluncuran armada nirawak tersebut.

"Keamanan di kawasan telah terganggu menyusul kejahatan pasukan teroris AS, dan Angkatan Bersenjata Republik Islam berusaha mengembalikan keamanan dan ketenangan ke kawasan dalam pertempuran mereka melawan AS," tulis pernyataan resmi militer Iran.

Operasi armada nirawak ini berlangsung tak lama setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim serangan terpisah. IRGC sebelumnya menyasar aset persenjataan AS di Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber dan Ali Al-Salem.

Ketegangan militer antara Teheran dan Washington terus memuncak seiring meningkatnya keberadaan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Konfrontasi ini menjadi pemicu utama terganggunya stabilitas keamanan regional dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Warga Lebanon Bongkar Niat Culas Israel di Balik Peresmian Desa Pecontohan 'Anti-Zionis'

Load More