News / Nasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 20:21 WIB
Megawati Hadiri Pameran “Meretas Jalan Demokras". (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri meminta Taman Ismail Marzuki di Jakarta dikembalikan fungsinya sebagai ruang berkarya bagi seluruh seniman lokal.
  • Permintaan tersebut disampaikan saat peringatan Peristiwa Kudatuli di Jakarta, Selasa 21 Juli 2026, karena tingginya keluhan seniman.
  • Megawati berharap pemulihan fungsi fasilitas ini mampu menghapus kesan eksklusif agar masyarakat dapat kembali menikmati seni terjangkau.

Suara.com - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri meminta Taman Ismail Marzuki (TIM) dikembalikan menjadi ruang berkarya bagi para seniman, bukan tempat yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.

Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menilai, TIM perlu dipulihkan sebagai fungsinya, agar seniman tidak lagi kesulitan menampilkan karya.

Sebelum Pramono Anung dan Rano Karno dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Megawati telah berpesan agar TIM dikembalikan sesuai tujuan awal pembangunannya.

“Itu namanya TIM itu mbok dikembalikan seperti apa adanya,” kata Megawati, dalam rangkaian peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Megawati mengaku, sejauh ini dirinya telah banyak menerima keluhan dari para seniman yang kesulitan mendapatkan ruang pertunjukan.

“Sekarang ini kalau seniman mau pentas saja, untuk ruang pentasnya saja sudah membuat pusing kepalanya,” ungkapnya.

Saat dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, TIM merupakan wadah bagi para pelaku seni. 

Megawati juga mengingat suasana Teater Terbuka yang kala itu ramai dikunjungi masyarakat karena harga tiketnya terjangkau.

Menurut Megawati, kondisi TIM sempat berubah sehingga terasa eksklusif dan menjauh dari masyarakat.

Baca Juga: Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama

“Saya bilang pada diri saya, saya enggak mau pergi ke TIM. Karena sudah menjadi beda. Suasananya jadi borjuis. Rakyat tidak bisa dengan tenang seperti dulu di Teater Terbuka,” ucapnya.

Megawati berharap TIM kembali menjadi rumah bagi seniman untuk menampilkan kreativitasnya. Ia juga mengajak generasi muda berani berkarya tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.

“Boleh saja anak muda meniru modernisasi, tapi jangan lupa tradisi mereka datangnya dari mana kalau kalian ini anak Indonesia,” ucap dia.

Load More