- Badan Gizi Nasional mengusulkan anggaran sebesar Rp270 triliun untuk tahun 2027 yang akan diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
- Sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi 62,7 juta penerima manfaat.
- Badan Gizi Nasional melakukan pembenahan tata kelola program dan verifikasi ulang data untuk mengatasi berbagai persoalan pendataan di lapangan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pagu indikatif anggaran sebesar Rp270 triliun untuk tahun 2027. Namun, besaran tersebut dipastikan belum final karena masih dalam proses sinkronisasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari mengatakan angka resmi anggaran akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat penyampaian Nota Keuangan.
"Nanti finalnya apa yang disampaikan Pak Presiden nanti di nota keuangan, ya," kata Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Menurut Agustina, hampir seluruh anggaran yang diusulkan akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia juga menjelaskan proses sinkronisasi anggaran serupa dilakukan terhadap pagu BGN tahun 2026. Saat ini, anggaran BGN pada 2026 mengalami efisiensi dari pagu awal Rp268 triliun menjadi sekitar Rp229 triliun. Meski demikian, angka tersebut juga masih bersifat sementara.
Agustina menegaskan fokus utama BGN saat ini bukan sekadar melakukan efisiensi anggaran, melainkan membenahi tata kelola pelaksanaan Program MBG.
Upaya tersebut dilakukan melalui verifikasi ulang data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, sekaligus melakukan penyesuaian jumlah penerima manfaat menjadi sekitar 62,7 juta orang.
Menurutnya, proses validasi diperlukan setelah BGN menemukan sejumlah persoalan dalam pendataan, mulai dari satu sekolah yang dilayani lebih dari satu SPPG hingga adanya pencatatan virtual account ganda.
"Kalau ketemu lagi yang begitu, otomatis penerima manfaatnya juga (menyesuaikan)," ujarnya.
Baca Juga: Lima Pejabat Tinggi Baru BGN Ditunjuk Langsung Presiden, Ini Nama-namanya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu satu bulan kepada BGN untuk menyelesaikan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang dibahas dalam rapat terbatas mengenai ketahanan pangan.
Sesuai arahan Presiden, sebagian anggaran nantinya juga akan diarahkan untuk memperkuat intervensi di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, seperti Papua dan Nusa Tenggara. Penyesuaian tersebut turut mempertimbangkan perbedaan indeks harga pangan di setiap daerah, dengan pembahasan teknis yang saat ini dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget