News / Metropolitan
Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB
Foto udara kawasan kawasan Muara Baru, Jakarta. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
  • Atika menyatakan penurunan muka tanah Jakarta mencapai tiga hingga empat sentimeter per tahun di Balai Kota pada Rabu (22/7/2026).
  • Pemprov DKI menangani masalah tersebut dengan mengendalikan pengambilan air tanah serta memperluas cakupan layanan air minum perpipaan.
  • Cakupan pelayanan air bersih meningkat menjadi 82,33 persen pada Triwulan II 2026 melalui pembentukan PT Air Minum Jaya.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan kondisi terkini penurunan muka tanah di Ibu Kota dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan II Tahun 2026 di Balai Kota, Rabu (22/7/2026).

Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengakui bahwa penurunan muka tanah masih menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Jakarta hingga saat ini.

Ia lalu memaparkan angka konkret laju penurunan muka tanah yang terjadi di wilayah DKI Jakarta.

“Saat ini, rata-rata penurunan muka tanah berada pada kisaran 3–4 sentimeter per tahun, dengan titik terdalam berada di kawasan Muara Baru,” ujar Atika.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta disebut telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan.

“Antara lain mengendalikan pengambilan air tanah serta memperluas cakupan layanan air minum perpipaan, agar ketergantungan masyarakat terhadap air tanah semakin berkurang,” jelas Atika.

Suasana Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026). (Dok. Ist).

Upaya memperluas layanan air perpipaan yang disinggung Atika sejalan dengan paparan Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat.

Ia menyebut cakupan pelayanan air bersih di Jakarta telah mencapai 82,33 persen hingga Triwulan II 2026, meningkat dari 72,69 persen pada 2025.

Capaian tersebut tak lepas dari pembentukan PT Air Minum Jaya (Perseroda), untuk mengejar target cakupan layanan 100 persen pada 2029.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

“Dengan kedua strategi tersebut, diharapkan laju penurunan muka tanah dapat terus ditekan,” pungkas Atika.

Load More