- Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu untuk dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
- Pelantikan Sudaryono dilakukan untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri akibat alasan kesehatan jantung.
- Nanik mundur setelah memimpin BGN selama satu setengah bulan dan berencana menjalani pengobatan di luar negeri.
Suara.com - Sudaryono tiba di Istana Kepresidenan Jakarta menjelang jadwal pelantikan dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono tampak hadir bersama keluarga.
Kepada wartawan sebelum masuk Istana untuk gladi bersih, Sudaryono menegaskan penugasan baru sebagai Kepala BGN dan melepas jabatan Wakil Menteri Pertanian adalah dalam rangka menggantikan Nanik S. Deyang yang mundur dari jabatan Kepala BGN.
Sudaryono mengaku telah dikontak sejak Selasa (21/7) malam melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
"Saya sudah dihubungi oleh Mensesneg ya, bahwa ada kemungkinan gitu tadi malam saya akan ditunjuk menggantikan Bu Nanik," kata Sudaryono, Rabu (22/7/2026).
Komunikasi perihal pelantikan sebagai Kepala BGN kemudian diteruskan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada Teddy, Rabu pagi.
"Kemudian pagi tadi saya ditelepon Pak Seskab, Pak Teddy, dan mengonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi untuk menggantikan Bu Nanik—sekali lagi yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Dan kita doakan Bu Nani lekas berobat, lekas sehat, lekas pulih, bergas waras, enak gitu ya," tutur Sudaryono.
"Dan hari ini saya memenuhi kewajiban itu untuk kemudian mengemban amanah sebagai Kepala Badan," sambungnya.
Nanik Mundur Alasan Sakit Jantung
Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan, seperti yang dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Baca Juga: Gerindra Tegaskan Nanik Mundur dari BGN Bukan karena Isu Hukum
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza seperti yang dikonfirmasi dari Jakarta Rabu hari ini.
Dia mengatakan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan sejumlah fondasi reformasi.
Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.
Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
Dalam keterangan terpisah di media sosialnya, Nanik S Deyang juga menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik dalam unggahannya.
Nanik menyebut bahwa terdapat potensi Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
Dalam pernyataannya, Nanik juga mengatakan akan tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo yang terus berusaha memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
Berita Terkait
-
Gerindra Tegaskan Nanik Mundur dari BGN Bukan karena Isu Hukum
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang: Beliau Bude Anak-anak Saya
-
Bakal Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Jelaskan Hubungan 'Kakak-Adik' dengan Nanik S. Deyang
-
Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tetap Minta Nanik Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Kejagung Nyatakan Bisa Diperiksa Kapan Saja
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Kasus Hotman Paris Berlanjut, PWI Serahkan Bukti Tambahan ke Polda Metro Jaya
-
Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo
-
Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan
-
Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Fundamental Kuat Bawa BRI Raih Peringkat Elit Perbankan Versi The Banker
-
Flyover Bojonggede Hingga Embarkasi Haji, Ini Deretan Proyek Strategis Bogor di 2027
-
Duet Militer-Akademisi: Donny Ermawan dan Prof. Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia
-
Bukan Cuma Latihan, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Jadi Rahasia Performa Atlet Profesional
-
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam