-
Fenomena Liga Super Desa menjadi hiburan alternatif di tengah kemerosotan prestasi timnas sepak bola China.
-
Turnamen amatir ini efektif mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM.
-
Masyarakat berharap kompetisi antardesa dapat menumbuhkan kecintaan olahraga dan melahirkan bibit pemain masa depan.
Area luar stadion pun disulap menjadi pasar malam yang menjajakan aneka kuliner khas. Acara ini tak sekadar ajang olahraga, melainkan sarana promosi daerah serta stimulus ekonomi.
Kabupaten Fuping memanfaatkan momen ini untuk melanjutkan tren positif program pengentasan kemiskinan yang telah berjalan. Spanduk kampanye keberhasilan ekonomi turut diarak dalam barisan parade pembuka.
Geng Yang, seorang guru sekolah yang menjadi pemandu sorak, menilai acara ini sangat penting bagi daerahnya.
Banyak pemerintah daerah di China kini menggenjot acara lokal demi mendatangkan wisatawan. Upaya ini menjadi krusial untuk menambah pendapatan daerah di tengah beban utang pemerintah.
Laga pembuka musim saja berhasil mencatatkan transaksi ekonomi hingga ratusan ribu renminbi. Kehadiran pasar malam di sekitar stadion memberikan tambahan penghasilan signifikan bagi para pedagang makanan.
Meski demikian, tidak semua pelaku usaha merasakan dampak lonjakan penjualan yang sama. Pedagang produk pertanian mengaku perhatian publik meningkat, meski penjualan produknya belum seramai tahun sebelumnya.
Para pemain dari latar belakang profesi seperti dokter hingga guru dinilai bertanding dengan kesungguhan hati. Semangat murni inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para pendukung.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kompetisi profesional yang sempat memboyong pemain asing berbiaya fantastis. Kegagalan finansial dan kasus hukum justru membayangi klub-klub besar dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena Liga Super Desa yang bermula dari Kabupaten Rongjiang kini menular ke berbagai wilayah. Banyak daerah mulai menyiarkan pertandingan mereka secara langsung hingga menggaet banyak pengikut di media sosial.
Baca Juga: FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes Usai Cekik Bek Spanyol!
Masyarakat Fuping berharap tradisi baru ini mampu mencetak bibit-bibit muda untuk tim nasional. Keterlibatan masyarakat secara luas diyakini bisa menumbuhkan kecintaan mendalam pada cabang olahraga ini.
Penyelenggara liga sekaligus koordinator wasit, Gao Qiang, optimistis dengan perkembangan pemahaman penonton.
“Penonton beralih dari sekedar menikmati sepak bola, menjadi memahami sepak bola, menjadi percaya pada sepak bola,” katanya.
Hal senada diungkapkan mahasiswa teknik kimia bernama Zhao Junjie yang baru pertama kali menonton langsung.
“Seluruh negara sudah mulai memainkan sepak bola (liga desa) semacam ini – dan hal ini menciptakan gelombang besar – yang membantu lebih banyak orang jatuh cinta pada olahraga ini,” katanya.
Pertandingan final berakhir dengan kemenangan tipis tim tuan rumah lewat gol di menit-menit akhir. Sorak-sorai penonton langsung pecah mengiringi langkah para pemain mengelilingi lapangan.
Meski mengalami kekalahan, Tong Zehao tetap legawa dan bersiap menyambut musim kompetisi berikutnya.
"Menang dan kalah adalah bagian dari permainan. Itu hal yang wajar, dan kami bisa menerimanya," ungkapnya.
Ia menegaskan tekad timnya untuk bangkit kembali pada kesempatan mendatang.
Inisiatif Liga Super Desa lahir di Kabupaten Rongjiang, Provinsi Guizhou, pada tahun 2023 sebagai ajang sepak bola berbasis komunitas. Kepopulerannya meroket karena menyajikan atmosfer pertandingan yang meriah dan murni tanpa komersialisasi berlebihan, sehingga dengan cepat ditiru oleh ratusan wilayah rural lainnya di China.
Kehadiran liga amatir ini menjadi angin segar di tengah krisis kepercayaan publik terhadap sepak bola profesional China yang terjerat skandal korupsi dan krisis finansial. Selain itu, kompetisi ini dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai alat pendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pariwisata setelah suksesnya program pengentasan kemiskinan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kekerasan Seksual dan Bullying Makin Mengkhawatirkan, Belum Semua Kampus di DIY Punya Satgas
-
Alasan Nanik S Deyang Mundur dan Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
-
Piala Dunia 2026 Kalah Populer dari Liga Super Desa di China, Bagaimana Bisa?
-
Berkaca dari Kasus Hotman Paris: Popularitas dan Jabatan Bukan Alasan Merendahkan Profesi Lain
-
Nadeo Argawinata Selangkah Lagi Gabung Persija? Begini Faktanya
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
5 Produk Sunscreen yang Bagus untuk Mencegah Flek Hitam, Tekstur Ringan Sesuai Review
-
Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit yang Ditularkan Air, Bagaimana Bisa?
-
Dosen UFDK Diduga Jadi Korban Kekerasan Satpol PP
-
4 Inspo OOTD Girl Crush ala Chiquita BABYMONSTER yang Kekinian Buat Dicoba!