News / Metropolitan
Kamis, 23 Juli 2026 | 05:05 WIB
Suasana Command Center (Pusat Kendali) lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS) pertama dan terlengkap di Indonesia yang dikenal dengan nama Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC). [Antara/Aji Cakti]
Baca 10 detik
  • Danantara Indonesia mengapresiasi pusat kendali digital Jasa Marga di Bekasi pada Selasa, 21 Juli.
  • COO Danantara Dony Oskaria menyatakan fasilitas tersebut layak menjadi model pengelolaan jalan tol berbasis teknologi.
  • Dirut Jasa Marga Rivan Purwantono menjelaskan sistem terintegrasi ini mengoptimalkan pemantauan lalu lintas dan kecepatan respons.

Suara.com - Transformasi digital PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) mendapat apresiasi dari Danantara Indonesia. Pusat kendali operasional yang berlokasi di Jatiasih, Bekasi ini dinilai menjadi model pengelolaan jalan tol berbasis teknologi di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, saat meninjau langsung fasilitas JMTC pada Selasa (21/07). Ia menilai implementasi teknologi digital Jasa Marga menjadi tulang punggung operasional jalan tol yang terintegrasi.

“Arahan Bapak Presiden sangat jelas, yaitu pelayanan publik harus semakin baik dari waktu ke waktu. Transformasi yang dilakukan Jasa Marga menunjukkan standar layanan yang patut diapresiasi,” ujar Dony.

Menurutnya, capaian ini layak menjadi benchmark bagi operator jalan tol lain di Indonesia. Ia berharap inovasi tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

Dony menambahkan, transformasi digital Jasa Marga selaras dengan arah Danantara dalam menciptakan nilai melalui service excellence. Inovasi teknologi, kata dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Selama satu tahun terakhir kami melihat transformasi Jasa Marga berjalan sangat baik. Command Center ini layak menjadi percontohan layanan publik yang cepat, responsif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna,” tambahnya.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa JMTC kini telah berevolusi menjadi pusat kendali berbasis Intelligent Transportation System (ITS). Sistem ini mengintegrasikan berbagai platform digital dalam satu ekosistem operasional.

Melalui sistem tersebut, Jasa Marga mampu memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Selain itu, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan respons terhadap dinamika di lapangan semakin optimal.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun ekosistem layanan yang meningkatkan kecepatan respons petugas dan memperkuat keputusan berbasis data,” ujar Rivan.

Baca Juga: Installer AC Indonesia Punya Kesempatan Tampil di ASEAN, MCFIT 2026 Resmi Bergulir

Sebagai “The Eye of Toll Road”, JMTC mengintegrasikan sejumlah platform seperti Jasamarga Integrated Digitalmap (JID), Intelligent Tollroad Maintenance System (ITMS), hingga Intelligent Traffic Analysis (ITA) berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan analisis lalu lintas lebih akurat dan rekomendasi rekayasa yang lebih cepat.

Ekosistem tersebut juga diperkuat oleh Incident Management System (IMS) untuk penanganan insiden, Early Warning System berbasis Water Level Sensor (WLS) untuk mitigasi banjir, serta layanan Call Center 133 yang siaga 24 jam. Seluruh sistem bekerja terintegrasi guna mempercepat aliran informasi dan respons di lapangan.

Sebagai pemimpin pasar jalan tol di Indonesia, Jasa Marga menegaskan transformasi digital akan terus menjadi fondasi pengembangan layanan. Inovasi teknologi tidak hanya ditujukan untuk efisiensi, tetapi juga peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Keberhasilan transformasi digital diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika perjalanan lebih aman, nyaman, dan respons semakin cepat, di situlah teknologi menciptakan nilai,” tutup Rivan.

Load More