-
Empat WNI masih ditahan polisi Armenia atas dugaan pembunuhan WNI di Yerevan.
-
Kemlu menuntut akses kekonsuleran untuk memeriksa jenazah korban serta mendampingi para terduga pelaku.
-
Korban bernama Valenth Alexie Tamboto asal Maros ditemukan tewas di mes perusahaan.
Suara.com - Kasus dugaan pembunuhan yang menimpa warga negara Indonesia WNI di Armenia kini memasuki babak baru. Otoritas setempat masih menahan empat WNI yang disinyalir kuat terlibat dalam tindak pidana maut tersebut.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bergerak cepat mengawal proses penegakan hukum di Yerevan. Langkah penanganan penuh diambil guna memastikan pemenuhan seluruh hak kekonsuleran para pihak yang bersengketa.
Peristiwa kelam ini menjadi sorotan intensif diplomat Indonesia di wilayah Eropa Timur. Koordinasi lintas perwakilan terus dipacu untuk menyingkap tabir kematian pekerja migran tersebut.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menegaskan bahwa investigasi kepolisian Armenia masih berjalan intensif. Korban meninggal maupun kelompok terduga pelaku dipastikan berstatus warga negara Indonesia.
"Berdasarkan komunikasi dari KBRI Kyiv melalui Konsul Kehormatan kita di Yerevan, sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung. Baik korban maupun terduga pelaku ini merupakan warga negara Indonesia," kata Heni dalam press briefing Kemlu, Kamis (23/7/2026)
Aparat penegak hukum setempat sempat mengamankan enam orang dalam penyisiran awal di lokasi kejadian. Namun dua di antaranya resmi dibebaskan usai menjalani pemeriksaan maraton.
Empat orang lainnya harus bertahan di ruang tahanan guna kepentingan penyidikan mendalam. Status hukum mereka akan ditentukan seiring pemenuhan bukti-bukti baru oleh penyidik.
"Pihak keamanan setempat telah mengamankan six orang WNI yang diduga pelaku. Hanya dua orang di antaranya sudah dilepaskan, sementara empat orang WNI lainnya masih menjalani proses hukum yang masih dalam process penyelidikan," ujarnya.
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam melihat perkembangan perkara hukum yang menghebohkan ini. Nota diplomatik resmi dilayangkan demi menembus barikade birokrasi penanganan perkara di Armenia.
Baca Juga: Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
Langkah ini penting untuk mengamankan hak pendampingan hukum bagi WNI yang berhadapan dengan pasal pidana. KBRI Kyiv memegang peranan kunci dalam mengawal setiap jengkal proses peradilan.
Prosedur diplomatik terus ditempuh agar perwakilan Indonesia dapat melihat langsung kondisi jenazah korban. Langkah ini menjadi krusial sebelum proses pemulangan jenazah ke tanah air dilakukan.
"Jadi sampai saat ini kita masih menunggu pemberian akses kekonsuleran tersebut sambil berkoordinasi dengan otoritas setempat. Tentunya juga kita akan terus memantau dan melihat apakah diperlukan pendampingan kekonsuleran yang diperlukan untuk para terduga pelaku ini," jelasnya.
Insiden berdarah ini bermula saat Valenth Alexie Tamboto ditemukan tak bernyawa pada 15 Juli 2026. Pemuda asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu membeku di dalam kamar mes perusahaan tempatnya bekerja.
Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan rekan kerjanya lantaran korban tidak kunjung merespons panggilan telepon. Peristiwa tragis di Yerevan ini kini menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Sulawesi Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Sunscreen yang Ada Kandungan Niacinamide Merek Apa? Ini 4 Pilihan untuk Cerahkan Wajah
-
DPR Ngaku Belum Pernah Dilibatkan Pemerintah Bahas Universitas Republik Indonesia
-
8 Prinsip Feng Shui Toko yang Ampuh Datangkan Cuan, Penataan Ini Dipercaya Membuka Rezeki
-
Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M
-
Prabowo Ingin Nanik S. Deyang Tetap di BGN, Istana Ungkap Alasannya
-
Harga Sepeda Standarnya Berapa? Ini Kisaran Sesuai Jenis dan Rekomendasi Toko Tepercaya
-
BRI Pastikan Penjualan Saham BRI MI Tak Ganggu Kinerja Operasional
-
WNI Bunuh WNI di Armenia, 6 Pelaku Ditangkap
-
Viral Anak Pejabat Gayo Lues Flexing, Asisten I Sekda Minta Maaf dan Beri Klarifikasi
-
Pengusaha Tembakau Tolak Aturan Turunan PP 28/2024, Dinilai Ancam Industri dan Penerimaan Negara