News / Nasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB
Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar
Baca 10 detik
  • Kementerian Kehutanan menuntaskan penyidikan tersangka berinisial TT terkait penyelundupan tiga ton sisik trenggiling ke Kamboja.
  • Penyidikan di Pelabuhan Tanjung Priok pada Juli 2026 tersebut dikembangkan untuk memburu tiga calon tersangka baru jaringan internasional.
  • Kasus kejahatan lingkungan lintas negara ini ditangani untuk memutus rantai perdagangan ilegal dan melindungi ekosistem nasional.

Suara.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat mengusut kasus kejahatan lingkungan lintas negara yang melibatkan penyelundupan sisik trenggiling dalam skala masif.

Fokus utama adalah memburu aktor intelektual dan jaringan pasar gelap internasional yang mencoba mengeruk keuntungan dari kekayaan hayati Indonesia, salah satunya sisik trenggiling.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya dalam melindungi satwa liar Indonesia.

Ia mengecam praktik penyelundupan satwa yang diperjualbelikan melalui jaringan pasar gelap internasional.

Langkah tegas ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai perdagangan ilegal yang mengancam ekosistem nasional.

Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan), menuntaskan penyidikan terhadap tersangka berinisial TT (59) dalam perkara penyelundupan sekitar 3 ton sisik trenggiling yang akan dikirim ke Kamboja melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah berkas perkara TT dinyatakan lengkap atau P-21, penyidik mengembangkan perkara terhadap tiga calon tersangka lain yang diduga berperan sebagai pemilik barang, penerima atau penampung berkewarganegaraan Kamboja, serta pihak perusahaan yang mengatur pengiriman.

Pengembangan ini menjadi krusial untuk membongkar struktur organisasi mafia satwa yang bekerja secara rapi di balik dokumen resmi.

Berkas perkara TT dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melalui Surat Nomor B-4965/M.1.11/Eku.1/07/2026 tanggal 20 Juli 2026.

Baca Juga: KPK Dalami Amplop Dolar Raja Juli, Berpotensi Jadi Kasus Baru

Penyidik selanjutnya menyiapkan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Penuntut Umum untuk kepentingan penuntutan.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat volume barang bukti yang mencapai angka fantastis.

Perkara tersebut berkaitan dengan upaya penyelundupan 3.053 kilogram sisik trenggiling melalui jalur ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Barang bukti akan dikirim ke Kamboja dengan memanfaatkan pengiriman dalam peti kemas dan dokumen perusahaan.

Modus operandi ini menunjukkan bahwa pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyisipkan komoditas ilegal di tengah jalur perdagangan legal.

Hasil penyidikan mengungkap dugaan peran TT dalam rangkaian pengiriman barang. Penyidik telah memeriksa para saksi, mendalami dokumen pengiriman, menganalisis komunikasi antarpihak, serta mengumpulkan alat bukti yang menjadi dasar penetapan tersangka dan penyelesaian berkas perkara. Namun, penyidikan tidak berhenti pada TT.

Load More