- Eks pimpinan KPK Laode M Syarif menyatakan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia mengalami penurunan drastis.
- Pernyataan tersebut disampaikan Laode dalam acara di Kraton Kilen Yogyakarta pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2026.
- Hasil dari penurunan itu disebabkan oleh banyaknya persoalan internal dan kegagalan aparat menunjukkan integritas dalam bertugas.
Suara.com - Eks Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif menyoroti merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Hal itu tidak lepas dari banyaknya persoalan yang muncul di tubuh lembaga penegak hukum.
Disampaikan Laode M Syarif, perbaikan penegakan hukum tidak bisa hanya diukur dari banyaknya kasus yang diproses. Namun jauh lebih penting adalah bagaimana proses penegakan hukum dijalankan secara berintegritas.
"Soal penegakan hukum bahwa itu sangat penting dilakukan oleh beberapa hal. Jadi jangan hanya kasus per kasus tapi kasus penegakan hukumnya agar masyarakat itu percaya," kata Laode usai mengikuti Silaturahmi Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi lembaga penegak hukum.
Namun modal tersebut sulit dipertahankan apabila aparat yang berada di garda depan justru gagal menunjukkan integritas dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya.
"Tapi kan ada syaratnya untuk masyarakat percaya, aparat penegak hukumnya harus menjunjung nilai-nilai integritas yang baik mulai dari polisi, jaksa, KPK, hakim. Itu harus betul-betul menunjukkan kejujuran, keteladanan," tandasnya.
Laode menuturkan bahwa publik saat ini tidak hanya menilai hasil penanganan perkara. Namun turut memperhatikan perilaku dan rekam jejak institusi penegak hukum.
Ketika berbagai kasus yang melibatkan aparat terus bermunculan, kepercayaan masyarakat pun ikut tergerus.
"Yang sekarang ini sehingga masyarakat kurang percaya penegakan hukum ini karena dilihat banyak sekali, mohon maaf ya borok-boroknya dari setiap institusi itu," tegasnya.
Baca Juga: Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
Pembenahan internal dan keberanian mengakui masalah dinilai menjadi langkah penting untuk memulihkan legitimasi lembaga penegak hukum di mata masyarakat.
"Karena itu mungkin perlu ditingkatkan ke depan agar lebih baik, agar kepercayaan masyarakat itu bisa terbina," ujarnya.
Berita Terkait
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Mengapa Publik Lebih Percaya Damkar daripada Aparat Penegak Hukum?
-
Ketika Popularitas Mengalahkan Keteladanan: Hukum Butuh Integritas!
-
Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Eks Pimpinan KPK: Borok Institusi Penegak Hukum Bikin Rakyat Tak Percaya Hukum
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Kacamata Warna Peach Cocok untuk Kulit Apa? Awas, Salah Pakai Bikin Muka Kusam
-
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
-
Strategi Toyota Indonesia Cetak SDM Unggul Lewat Rahasia Produksi Genba dan Kaizen
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 24,4 Persen, Kredit Meningkat 19.9 Persen
-
Ini Aksi Nyata BRI Peduli Dalam Tingkatkan Kualitas Pendidikan SD di Hari Anak Nasional 2026
-
BRI Peduli Peringati Hari Anak Nasional Lewat Kegiatan Edukatif di Enam Sekolah
-
Usai Diakuisisi Tjokro Group, GPSO Mulai Garap Pasar Asia
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Kegiatan Edukatif Sekolah Dasar