-
Iran memilih mempertahankan pintu diplomasi dengan Amerika Serikat melalui perantara pihak ketiga.
-
Diplomat Iran menilai serangan Amerika Serikat ke infrastruktur vital merupakan bentuk kejahatan perang.
-
Pengingkaran kesepakatan MoU 17 Juni oleh Amerika Serikat menjadi pemicu utama krisis saat ini.
Suara.com - Iran menegaskan komitmen menjaga pintu perundingan diplomatik tetap terbuka lebar saat tekanan militer Amerika Serikat kian memuncak. Pemerintah Tehran memilih diplomasi daripada membiarkan eskalasi perang berdarah merusak stabilitas kawasan secara menyeluruh.
Saluran komunikasi rahasia antar kedua negara terus berdenyut secara aktif melalui perantara pihak ketiga. Langkah pragmatis ini menjadi bukti iktikad baik Tehran demi mencegah kemerosotan situasi politik regional yang kian genting.
Sikap kooperatif tersebut sayangnya berbenturan keras dengan tindakan provokatif Washington yang terus melancarkan tekanan militer. Kebijakan paksaan Amerika Serikat justru menghancurkan berbagai peluang perdamaian yang tengah dibangun secara perlahan.
Pejabat senior diplomatik Iran melontarkan kritik pedas terhadap manuver nekat Washington di lapangan. Ia menyebut posisi politik Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi yang sangat menyudutkan.
Kritik tersebut terlontar akibat tindakan destruktif yang menyasar berbagai fasilitas umum strategis.
"AS berada dalam posisi sulit dan melakukan kejahatan perang dengan mengincar infrastruktur vital Iran karena rasa putus asa," tegas diplomat senior Iran tersebut kepada Al Jazeera.
Semua Pilihan Tegas Tetap Menjadi Opsi Terbuka
Terbukanya opsi perundingan tidak serta-merta melucuti ketegasan sikap militer pemerintah Iran. Negara tersebut siap mengambil langkah balasan terukur demi melindungi kedaulatan wilayahnya dari ancaman musuh.
Penegasan atas kewaspadaan tertinggi tetap disampaikan langsung oleh pihak diplomatik pemerintah Iran.
Baca Juga: Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah
"Iran juga mempertimbangkan semua opsi tetap terbuka di atas meja," ungkap sumber diplomatik senior tersebut.
Kemerosotan hubungan diplomatik kedua pihak berakar dari pengingkaran janji politis yang dilakukan pemerintah Washington. Pembatalan komitmen secara sepihak tersebut menyulut kembali api permusuhan yang sempat mereda.
Pihak Tehran menunjuk pelanggaran kesepakatan tertulis sebagai pemicu utama timbulnya krisis keamanan saat ini.
"AS yang mengingkari komitmennya di bawah MoU 17 Juni menjadi penyebab situasi saat ini," lanjutnya.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat sebelumnya sempat mereda lewat serangkaian kesepakatan bersama. Namun, keputusan unilateral Amerika Serikat kembali memicu gejolak tinggi di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol
-
Xian Sukses Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional dan Kongres XIV 2026
-
Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara
-
Kuntadi Resmi Pimpin Jampidsus dan Satgas PKH, Jaksa Agung Minta Jangan Tebang Pilih
-
Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias
-
Makna dan Filosofi Logo HUT Riau ke-69, Berikut Link Download-nya
-
6 Tips Memilih Sabun Cuci Muka untuk Usia 40-an agar Flek Hitam Berkurang
-
Heboh Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas
-
Norwegian Wood: Novel Tentang Cinta, Trauma, Kesepian, dan Keberanian Bertahan
-
Rudal Israel Sasar Ambulans di Lebanon, Tenaga Medis Jadi Korban