- Komisi Nasional Disabilitas mendorong pemerintah menyediakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas dalam program strategis nasional.
- Komisioner KND Jonna A. Damanik menyampaikan hal tersebut kepada awak media pada Minggu, 27 Juli 2026.
- Kebijakan tersebut diharapkan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif serta mengarusutamakan isu kesetaraan.
Suara.com - Komisi Nasional Disabilitas (KND) mendorong pemerintah menyediakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas dalam sejumlah program andalan, seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.
Komisioner KND Jonna A. Damanik mengatakan pihaknya berharap pemerintah dapat mengikutsertakan penyandang disabilitas agar ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program-program tersebut.
Dengan begitu, ia berharap isu kesetaraan dapat menjadi isu yang lebih mainstream sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan setara.
"Jadi ketika berbicara program strategis nasional, sekolah rakyat, koperasi merah putih atau apa pun, ya, disabilitas selalu bagian dari itu," kata Jonna kepada awak media pada Minggu (27/7/2026).
Terkait besaran kuota, Jonna menyerahkan seluruh keputusan kepada pemerintah sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
"Tetapi kami bersyukur, kalau berbicara tentang disabilitas atau keluarga disabilitas ada affirmative action," tambahnya.
Sebelumnya, KND sempat berharap pemerintah dapat menyediakan minimal 10 persen kursi dari total murid di setiap Sekolah Rakyat bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Jonna juga mengatakan pihaknya tengah menyusun langkah agar anak-anak penyandang disabilitas dapat menjadi bagian dari program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Reporter: Alif Bintang
Baca Juga: Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
Berita Terkait
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Bansos Bakal Cair di Koperasi Desa, Pemerintah Jamin Tanpa Potongan dan Lebih Dekat!
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Kemensos Gandeng ICW
-
ICW Bongkar Celah Korupsi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Janji Benahi Tata Kelola
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam
-
Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data