- Dua WNA Belanda penyelenggara acara lari diskriminatif di Bali dijatuhi sanksi pencekalan oleh Ditjen Imigrasi.
- Komunitas Entourage Bali dituduh membedakan pendaftar lokal dan asing setelah protes viral di media sosial.
- Penyelenggara berdalih kesalahan sistem otomatis WhatsApp, sementara Imigrasi memperketat pengawasan visa turis ilegal.
Aktivis Bali, Ni luh Djelantik, menjadi salah satu tokoh garis depan yang mengecam keras insiden ini. Setelah berkoordinasi dengan pihak imigrasi pada hari Jumat, ia menegaskan bahwa keramahan masyarakat lokal tidak boleh diinjak-injak.
Di tengah gempuran kritik massal, manajemen Entourage Bali akhirnya buka suara melalui halaman media sosial mereka. Pihak penyelenggara berdalih bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan teknis dan membantah adanya unsur kesengajaan untuk mendiskriminasi masyarakat lokal.
Dalam upayanya meredam kemarahan publik, Entourage Bali bahkan mengklaim bahwa pendaftar dari Indonesia sebenarnya merupakan "kelompok peserta terbesar" dalam acara silent disco run tersebut, yang angkanya "mewakili hampir 25 persen dari seluruh tiket terjual". Mereka menyalahkan sistem otomatis (bot) pada aplikasi WhatsApp sebagai biang keladi penolakan pendaftaran lokal.
“Namun, kami telah membuat kesalahan dalam proses persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp kami.”” jelas mereka. Pihak menyatakan berdalih, “Saat kami mencoba menciptakan tempat di mana para digital nomad dapat bertemu, terjadi bias sehingga beberapa (dan bukan semua) nomor +62/orang Indonesia ditolak secara tidak benar.”
Skandal run club ini meledak bertepatan dengan operasi masif yang tengah digencarkan oleh otoritas Imigrasi Bali untuk menindak tegas WNA yang bekerja secara ilegal menggunakan kedok visa turis.
Bahkan, situs resmi pemerintah Australia, Smartraveller, telah memperbarui imbauannya dan mendesak warganya untuk "understand your visa conditions".
Otoritas imigrasi asing tersebut memperingatkan dengan jelas bahwa bekerja, melakukan penelitian, menjadi sukarelawan, hingga membuat konten digital untuk tujuan komersial saat menggunakan visa turis merupakan tindakan ilegal yang dapat berujung pada pendeportasian, meskipun konten tersebut baru dipublikasikan setelah mereka meninggalkan Indonesia.
Berita Terkait
-
Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen
-
Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!
-
Jangkau Wilayah Pelosok NTT, BRI Salurkan 82 Persen Total KUR di Nusa Tenggara Timur
-
Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?
-
Bocoran Jadwal CPNS 2026, Menpan RB Ungkap Ketentuan Pembukaan Seleksi
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?