News / Nasional
Senin, 27 Juli 2026 | 15:17 WIB
Ilustrasi petugas SPPG tengah menyiapkan MBG. (Ist)
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menutup 833 dapur Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Penutupan permanen tanpa pembayaran dilakukan karena mitra gagal memperbaiki standar kebersihan, sanitasi, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah.
  • Kepala Badan Gizi Nasional memastikan pengalihan porsi layanan ke dapur sekitar agar penyaluran tetap berjalan lancar.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, ratusan titik itu tersebar di 98 di Wilayah I Sumatra, 311 di Wilayah II Jawa dan Madura, serta 424 di Wilayah III.

Tindakan pemberhentian atau suspend kali ini ditekankan oleh Sudaryono. Ia meminta dilakukan dengan lebih tegas yakni tanpa adanya pembayaran sama sekali kepada pihak mitra SPPG.

"Ini bukan seperti yang lalu. Misalnya dulu disuspend tapi tetap dibayar. Kalau sekarang sudah disuspend, tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran," ucapnya dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Sudaryono menjelaskan, penghentian operasional ratusan SPPG tersebut dilakukan karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN, terutama terkait aspek kebersihan dan sanitasi yang kualitasnya tidak baik.

Selain itu juga terkait dengan pengurusan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sudaryono menegaskan kalau standar tersebut bisa memengaruhi kualitas MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Suara.com/Lilis Varwati)

"Jadi yang tidak meet terhadap apa yang menjadi requirement itu yang tidak bisa. Kemudian kita kasih tenggat waktu untuk diperbaiki, tapi tidak diperbaiki maka kami suspend secara permanen," ucapnya.

Meski demikian, Sudaryono memastikan penghentian operasional SPPG tidak akan mengganggu penyaluran MBG kepada para penerima manfaat.

Baca Juga: Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri

BGN telah menyiapkan skema agar layanan dari dapur yang ditutup dialihkan ke SPPG lain yang berada di sekitar lokasi.

"Kalau ada dapur yang disuspend, kemudian yang tadinya menerima manfaat jangan sampai kemudian tidak menerima. Itu tidak akan terjadi. Kami upayakan tidak terjadi karena begitu disuspend, maka secara otomatis kita akan akan membagi akan membagi porsi layanan yang tadinya disediakan oleh dapur yang disuspend itu kepada dapur-dapur lain di sekitar situ," pungkasnya.

Load More