News / Metropolitan
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:15 WIB
Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif. (Suara.com/Alif Bintang)
Baca 10 detik
  • Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Trisakti menduga bentrokan di Matraman Dalam dan Jalan Tambak dirancang dengan skenario besar.
  • Bentrokan tersebut menewaskan seorang pria berinisial K serta melukai korban lain berinisial DS.
  • Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang tersangka terkait kasus perusakan dan pengeroyokan.

Suara.com - Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menduga bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, bukan sekadar konflik spontan antarwarga.

Ia menilai ada indikasi bentrokan tersebut merupakan bagian dari skenario yang telah dirancang.

Menurut Trubus, dugaan itu muncul setelah melihat dampak bentrokan yang meluas, termasuk munculnya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Kelihatannya itu ada desain yang diarahkan untuk satu case yang lebih besar," ujar Trubus kepada Suara.com, Selasa (28/7/2026).

Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya mengusut pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang merancang konflik sejak awal.

"Harusnya aparat penegak hukum jauh lebih jeli melakukan investigasi, karena mens rea-nya nggak kelihatan. Niat batinnya mereka kan nggak kelihatan, karena itu kadang-kadang sudah dirancang sebelumnya, sudah ada skenario-skenario jangka panjangnya," paparnya.

Konflik semacam ini, kata Trubus, umumnya bersifat laten dan telah berlangsung lama sehingga berpotensi kembali meledak jika akar persoalannya tidak diselesaikan.

"Yang kayak gitu-gitu itu biasanya laten ya, sudah lama, turun-temurun gitu kan," katanya.

Karena itu, ia mendorong polisi meningkatkan pengawasan di wilayah yang sempat menjadi lokasi bentrokan. Aparat juga dinilai perlu melibatkan pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.

Baca Juga: Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak

Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menangkal provokasi yang kini banyak beredar melalui media komunikasi digital.

Situasi bangunan di Jalan Tambak, Menteng, yang menjadi sasaran amukan warga pada Minggu (26/7/2026) kemarin, sudah tampak kondusif. (Suara.com/Alif Bintang)

Tujuh Tersangka

Bentrokan di kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak terjadi pada Minggu (26/7/2026) dan menewaskan seorang pria berinisial K (23).

Selain korban meninggal, satu orang lainnya berinisial DS mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Empat tersangka, yakni GNA, AJL, FAM, dan ELL, dijerat dalam kasus perusakan gerobak pedagang nasi uduk. Sementara tiga tersangka lainnya, SK, AS, dan OR, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan pemeriksaan saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV). Polisi menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Meski situasi di lokasi mulai kondusif setelah kedua kelompok yang bertikai menjalani mediasi, polisi tetap mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi provokatif yang berpotensi memicu konflik susulan.

Sementara Trubus menilai penyelidikan sebaiknya tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan konflik di balik bentrokan tersebut.

Load More