- Keterlambatan rehabilitasi SDN Cipete Utara 01 berdampak buruk pada aktivitas kerja orang tua murid.
- Pembangunan gedung sekolah yang molor hampir satu tahun memaksa siswa direlokasi ke SD BaPem sejauh 1,6 kilometer dari sekolah asal.
- DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov segera mempercepat penyelesaian proyek agar kegiatan belajar mengajar di sekolah asal dapat kembali efektif.
Suara.com - Molornya pembangunan dan rehabilitasi SDN Cipete Utara 01, Jakarta Selatan, tak hanya mengganggu proses belajar mengajar siswa. Orang tua murid juga ikut terdampak karena harus mengubah jam kerja demi mengantar dan menjemput anak ke sekolah relokasi.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan, kondisi tersebut paling dirasakan para orang tua yang bekerja pada pagi hingga siang hari. Mereka terpaksa pulang di tengah jam kerja karena lokasi sekolah sementara cukup jauh dari sekolah asal.
“Ketika dia bekerjanya di pagi hari, siang harus pulang dulu mengantar anak ke sekolah,” ujar Wibi, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut politikus NasDem itu, dampak sosial akibat molornya proyek rehabilitasi sekolah harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Penyelesaian pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga menyangkut aktivitas dan beban yang harus ditanggung para orang tua.
“Jadi kita harus mulai, apa ya, ada empati dan aware terhadap hal seperti itu,” katanya.
Wibi menegaskan percepatan penyelesaian rehabilitasi SDN Cipete Utara 01 harus menjadi prioritas agar para siswa bisa kembali belajar di sekolah asal. Menurutnya, kepulangan siswa ke sekolah semula akan membuat proses belajar mengajar lebih efektif.
Persoalan tersebut juga akan dibahas dalam rapat kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta.
DPRD berencana mendorong pemerintah menyiapkan sistem pembelajaran yang lebih baik selama proses pembangunan maupun rehabilitasi sekolah berlangsung.
Baca Juga: Mangkrak 2 Tahun, Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi Mulai Berjalan
“Sistemnya juga harus dibangun,” ucap Wibi.
Pembangunan gedung baru SDN Cipete Utara 01 diketahui molor hampir satu tahun dan sempat viral di media sosial.
Akibat proyek yang tak kunjung rampung, kegiatan belajar mengajar siswa dipindahkan ke SD BaPem yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari sekolah asal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League