News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB
Longsor terjadi di sejumlah wilayah Pulau Kyushu, Jepang, yang terjadi akibat hujan deras sejak Sabtu (4/7/2020). [AFP]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto memicu peringatan tsunami satu meter di pesisir Kyushu.

  • Otoritas Jepang menetapkan status siaga darurat gempa bumi di tujuh prefektur Pulau Kyushu.

  • Posisi di sabuk Cincin Api membuat Jepang menyumbang 20 persen gempa kuat dunia.

Suara.com - Ancaman tsunami setinggi 1 meter mengintai kawasan pesisir Kyushu setelah guncangan gempa tektonik magnitudo 7,1 menerjang wilayah selatan Jepang. Badan Meteorologi Jepang (JMA) langsung memberlakukan status siaga darurat di tujuh prefektur guna mengantisipasi dampak gelombang susulan.

Fokus evakuasi kini tertuju pada percepatan pengosongan area pesisir guna meminimalkan risiko bahaya sekunder akibat rangkaian gempa susulan. Langkah antisipasi cepat ini menjadi ujian krusial bagi sistem ketangguhan bencana Negeri Sakura di tengah ancaman gelombang laut yang bisa datang sewaktu-waktu.

Pusat gempa utama terdeteksi menghantam wilayah Prefektur Kumamoto tepat pada pukul 14.27 waktu setempat. Guncangan keras tersebut membangkitkan kepanikan warga di kawasan pemukiman serta area publik.

Tangkapan Layar Peta Pulau Kyushu Jepang [Ist]

Dikutip dari Reuters, hanya berselang 2 menit, guncangan susulan berkekuatan magnitudo 4,5 kembali menghentak kawasan yang sama. Rentetan aktivitas tektonik ini memperburuk situasi kepanikan warga di lapangan.

JMA mengonfirmasi bahwa gelombang laut berpotensi melonjak hingga ketinggian satu meter di sepanjang garis pantai terpapar. Lembaga Reuters turut mempublikasikan maklumat peringatan dini tersebut secara global.

Sinyal bahaya darurat gempa bumi langsung berbunyi melintasi Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki. Seluruh wilayah yang terdampak berada di bawah naungan administratif Pulau Kyushu.

Aktivitas seismik di Kumamoto terus menunjukkan pergerakan aktif pasca-guncangan perdana. Petugas mencatat kemunculan gempa susulan beruntun dengan skala kisaran magnitudo 3,0 hingga 4,2.

Rangkaian getaran susulan ini memicu kekhawatiran meluas terhadap potensi keretakan struktur bangunan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat aman.

Tim penyelamat fokus menyisir zona rawan untuk memastikan keselamatan warga lokal. Pengawasan ketat diterapkan pada fasilitas vital yang berisiko mengalami kerusakan.

Baca Juga: Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

Secara geografis, wilayah Jepang berdiri tegak di sepanjang lintasan sabuk vulkanik "Cincin Api" Pasifik. Posisi bumi ini mengapit deretan gunung berapi aktif dan palung laut yang sangat dalam.

Kondisi geologi ekstrem tersebut memicu guncangan gempa saban lima menit sekali di berbagai titik wilayah. Frekuensi kejadian ini menempatkan Jepang sebagai kawasan paling rawan bencana tektonik global.

Data menunjukkan Negeri Sakura menyumbang sekitar 20 persen dari total gempa bumi berkuatan magnitudo 6,0 atau lebih di seluruh dunia. Realita ini menegaskan pentingnya kewaspadaan konstan bagi seluruh warga.

Load More