News / Metropolitan
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta mengkaji penggunaan hidrogen untuk transportasi umum Transjakarta dan Transjabodetabek.
  • Rencana tersebut ditindaklanjuti dari komunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Dirut PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta.
  • Produsen mobil siap menyumbangkan kendaraan sebagai proyek percontohan karena fasilitas stasiun pengisian hidrogen sudah tersedia.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tengah mematangkan rencana penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar transportasi umum, baik untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek.

Rencana ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi antara Pramono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait pemanfaatan energi hidrogen di Ibu Kota.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Menteri ESDM, Pak Bahlil, dan Pak Bahlil juga sudah menugaskan Dirut PLN untuk berbicara mengenai penggunaan hidrogen untuk transportasi di Transjakarta maupun Transjabodetabek," kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Saat ini, Pemprov DKI masih dalam tahap pengkajian untuk rencana tersebut sebelum diumumkan resmi kepada masyarakat.

"Segera kami matangkan terlebih dahulu. Nanti kalau infrastrukturnya siap dan juga sudah waktunya, nanti akan kami sampaikan kepada publik," kata Pramono.

Selain permintaan dari Kementerian ESDM, sejumlah produsen mobil disebut Pramono turut mengajukan permintaan agar hidrogen produksi mereka dapat digunakan di Jakarta.

"Bahkan mereka akan menyumbangkan satu dua mobil untuk sebagai pilot project penggunaan hidrogen untuk di Jakarta," jelas eks Sekretaris Kabinet itu.

Wacana ini sendiri pertama kali mencuat saat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Bahlil menyatakan akan berkomunikasi dengan Pramono Anung untuk membahas pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus Transjakarta.

Baca Juga: Pramono Yakin Obligasi Rp 3,5 Triliun Tak Akan Membebani Gubernur Jakarta Berikutnya

Usulan awalnya datang dari Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang meminta Bahlil untuk berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Darmawan menjelaskan bahwa Hydrogen Refueling Station (HRS) di Jakarta sebenarnya sudah tersedia dan siap digunakan, namun belum ada armada bus yang memanfaatkannya.

Ia menambahkan, PLN juga telah menjajaki diskusi dengan sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, dan Tiongkok terkait ketersediaan bus berbahan bakar hidrogen.

Dengan adanya konfirmasi dari Pramono ini, rencana transisi energi hidrogen untuk transportasi umum di Jakarta pun kian mendekati kenyataan.

Load More