-
Serangan gabungan Arab Saudi dan AS membunuh delapan anggota milisi PMF di Irak.
-
Riyadh membalas serangan dron yang mengincar fasilitas pertambangan minyak dan pangkalan tentara AS.
-
Perdana Menteri Irak dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi guna meredakan eskalasi konflik diplomatik.
Suara.com - Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak. Langkah militer lintas negara ini diambil untuk membalas gempuran drone yang menyasar fasilitas minyak Riyadh serta pangkalan pasukan Amerika Serikat.
Eskalasi militer ini menandai babak baru keterlibatan terbuka Arab Saudi dalam melakukan aksi pembalasan udara langsung di dalam wilayah kedaulatan Irak. Keterlibatan aktif Riyadh membongkar dinamika keamanan regional baru, di mana negara kawasan tidak lagi hanya mengandalkan payung pertahanan militer Washington.
Penindakan tegas ini sekaligus menjadi sinyal peringatan keras bagi jaringan milisi penyokong Iran agar tidak melintasi batas pertahanan nasional.
"Tindakan tegas tersebut merupakan respons terhadap serangan drone baru-baru ini," kata Kementerian Pertahanan Arab Saudi.
Sebelumnya pertahanan udara Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan beberapa drone yang mencoba menargetkan fasilitas minyak di wilayah Provinsi Timur dan Riyadh. Diluncurkan dari wilayah Irak dan dilakukan oleh milisi teroris yang berpihak pada Iran.
Pihak Kerajaan Arab Saudi menembak jatuh deretan pesawat nirawak tersebut sebelum berhasil merusak infrastruktur energi vital nasional mereka.
“Kerajaan menekankan bahwa mereka tidak mencari eskalasi tetapi akan membalas setiap agresi yang dihadapinya,” kata Pemerintah Arab Saudi.
Sementara itu, kelompok gabungan milisi PMF mengecam keras serangan udara balasan tersebut.
PMF menyatakan bahwa serangan itu merupakan eskalasi yang sangat berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak serta lembaga keamanan resminya.
Baca Juga: Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
Di sisi lain, kelompok Perlawanan Islam di Irak membantah tuduhan keterlibatan mereka atas gempuran dron ke wilayah Arab Saudi.
"Tindakan konyol Arab Saudi apa pun akan dibalas dengan respons yang keras," kata pihak PMF.
Silang pendapat ini makin memperkeruh posisi politik dan pertahanan Pemerintah Irak di mata tetangga regionalnya.
PMF secara hukum memang berstatus sebagai bagian resmi dari struktur aparat keamanan nasional Irak.
Organisasi paramiliter ini berada langsung di bawah komando Perdana Menteri Irak selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Namun, berbagai kepemimpinan Irak sebelumnya selalu gagal meredam manuver independen dan kekuatan militer kelompok armed tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal
-
Akui Diculik dan Disiksa, Relawan Global Sumud Flotilla Adukan Dugaan Kejahatan Israel ke Kejagung
-
Avatar Aang: The Last Airbender dan Penyakit Nostalgia Hollywood
-
Selain Plt Bupati Sukoharjo, Empat Kepala Dinas Juga Diperiksa KPK, Siapa Saja?
-
Motor Listrik Terbaik untuk Perjalanan Harian yang Tahan Air dan Rekomendasi Unitnya
-
Usai 3 Tahun, Lee Chae Min dan Roh Yoon Seo Reuni di Drama My Reason to Die
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Masih Diperiksa KPK! Nasibnya Ditentukan Dalam 1x24 Jam
-
The Broker: Ketika Pengampunan Presiden Jadi Hukuman yang Lebih Mematikan
-
Dudung Warning APH Termasuk TNI: Aparat Jangan Mengada-ada Hambat Ekspor
-
Bagaimana Cara Memilih Motor Listrik yang Cocok untuk Penggunaan Harian di Kota?