News / Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 13:34 WIB
Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak. (Medsos/Aljazeera)
Baca 10 detik
  • Serangan gabungan Arab Saudi dan AS membunuh delapan anggota milisi PMF di Irak.

  • Riyadh membalas serangan dron yang mengincar fasilitas pertambangan minyak dan pangkalan tentara AS.

  • Perdana Menteri Irak dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi guna meredakan eskalasi konflik diplomatik.

Milisi ini kerap melancarkan gempuran ke Kedutaan Besar AS di Baghdad dan pangkalan militer tanpa mengindahkan perintah resmi pemerintah.

Sebagai langkah peredaman, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi dijadwalkan terbang melangsungkan kunjungan diplomasi ke Arab Saudi pada Kamis ini.

Lawatan diplomatik tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah al-Zaidi memerintahkan lembaga keamanan Irak mengusut tuntas dalang serangan dron ke Arab Saudi.

Ketegangan antara milisi pro-Iran dan pasukan koalisi telah lama menjadi isu krusial yang memicu instabilitas geopolitik di kawasan Irak dan Timur Tengah.

Kedudukan PMF yang terintegrasi secara formal dalam sistem pertahanan Irak kerap menciptakan dilema diplomasi bagi pemerintah Baghdad saat berhadapan dengan Washington dan negara-negara Teluk.

Load More