- Kejaksaan Agung menolak berkomentar dan menyerahkan penyelidikan kematian Sutrimo sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
- Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di Jakarta Selatan.
- Keluarga korban menolak membuat laporan resmi kepolisian meski polisi menyelidiki kasus kematian tersebut.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak berkomentar terkait kematian tak wajar Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Mereka menyerahkan penanganan perkara tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Sikap itu disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) sekaligus Ketua Tim 9, Rudi Margono, saat dimintai tanggapan mengenai kasus kematian Sutrimo yang hingga kini masih diselidiki Polda Metro Jaya.
“Kami mohon maaf, kami tidak menangani masalah tersebut,” kata Rudi kepada wartawan, Kamis (30/7/2026) malam.
Rudi menegaskan, karena perkara tersebut bukan ditangani Kejaksaan Agung, pihaknya tidak akan memberikan penjelasan lebih jauh, termasuk terkait isu yang berkembang mengenai hubungan korban dengan Febri.
“Sehingga kita tidak memberikan komentar,” katanya.
Keluarga Tolak Lapor Polisi
Hingga kekinian, upaya kepolisian mengungkap penyebab kematian Sutrimo belum mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga.
Belasan anggota Polres Banyumas sempat mendatangi Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Jawa Tengah, untuk meminta keterangan dan mendorong pelaporan resmi, keluarga korban tetap memilih tidak menempuh jalur hukum.
Kepala Desa Wlahar, Narsim, mengatakan polisi datang ke kantor desa pada Selasa (28/7/2026) dan meminta perangkat desa menghadirkan keluarga korban. Yang memenuhi panggilan saat itu adalah adik kandung Sutrimo bersama suaminya.
Baca Juga: Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
Menurut Narsim, polisi hanya meminta klarifikasi serta mengimbau keluarga membuat laporan agar penyebab kematian Sutrimo dapat diusut secara menyeluruh. Namun, keluarga tetap memilih mengikhlaskan kepergian korban dan menolak membuat laporan resmi.
Menurutnya, pemerintah desa juga telah berulang kali meyakinkan keluarga agar menggunakan haknya melapor demi menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Rangkain Kejanggalan
Kasus kematian Sutrimo juga diwarnai sejumlah kejanggalan. Salah satunya proses pemulangan jenazah yang dinilai perangkat desa tidak biasa.
Narsim menyebut ambulans pengantar jenazah Sutrimo tiba terlambat di Desa Wlahar pada Kamis (23/7/2026) malam.
Rombongan pengantar yang terdiri dari empat orang juga tidak menjelaskan identitas maupun instansi asal, sebagian dari mereka hanya mengaku sebagai "keamanan Jakarta".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas
-
Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Polisi Tutup Kasus Kim Soo Hyun, Tuduhan Eksploitasi Anak Tak Terbukti
-
Seoul Busters: Ketika Tim yang Dianggap Gagal Mengajarkan Arti Kerja Sama
-
Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global
-
Terbongkar! Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya ke Jantung Afrika