News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto (setneg.go.id)
Baca 10 detik
  • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta Presiden RI Prabowo Subianto melawat ke Korea Utara pada 1 April 2026.
  • Permintaan tersebut disampaikan di Istana Cheong Wa Dae agar Presiden Prabowo dapat membantu membuka dialog bagi kedua negara.
  • Presiden Prabowo menyatakan kesediaannya karena Indonesia dipandang dunia internasional sebagai negara netral tanpa kepentingan terselubung.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap permintaan Presiden Republik Korea atau Korea Selatan Lee Jae Myung agar dirinya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka dialog.

Permintaan tersebut disampaikan Lee Jae Myung saat menerima kunjungan Prabowo di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada 1 April 2026.

Prabowo kembali menceritakan permintaan tersebut saat bertemu dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).

"Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea, di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korea Selatan, President Republic of Korea, ya kan, minta kepada saya bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan dirinya menyambut baik permintaan tersebut. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk berkunjung ke Korea Utara apabila diminta untuk membantu membuka ruang dialog.

"Oh saya bilang, oh saya dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara saya akan berangkat," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, permintaan tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia di tengah hubungan yang masih tegang antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Ia mengatakan Indonesia selama ini dipandang sebagai negara yang tidak memiliki kepentingan tertentu dalam konflik antarnegara dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Posisi tersebut, kata Prabowo, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan prinsip non-blok yang diwariskan para pendiri bangsa.

Baca Juga: Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

"Jadi itu yang kita warisi non-alignment sehingga saya ke mana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral," kata Prabowo.

Sejak awal pemerintahannya, Prabowo juga menegaskan keinginan Indonesia untuk menjadi the good neighbor atau tetangga yang baik bagi negara-negara lain.

Menurutnya, Indonesia berupaya memperbaiki hubungan dengan berbagai negara, termasuk melalui pendekatan dan rekonsiliasi.

Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia tidak berpihak pada aliansi tertentu. Menurutnya, Indonesia dapat menjalin hubungan baik dengan berbagai negara sekaligus.

"Kita hormati semua kekuatan. Kita baik sama Amerika Serikat, tapi kita baik juga sama Tiongkok. Kita juga baik sama Rusia. Kita baik sama Jepang. Kita baik sama India," ujar Prabowo.

Ia juga menyebut hubungan baik dengan Australia dan negara-negara tetangga lainnya sebagai bagian dari prinsip tersebut.

"Kita baik sama Australia. Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik saudara-saudara. Ini yang juga membuat kita bisa diterima di mana-mana," tandasnya.

Load More