- Presiden Prabowo membahas isu nuklir Timur Tengah di Istana Negara, Jakarta, pada 31 Juli 2026.
- Siaran langsung pidato tersebut mendadak terhenti dan bagian pembicaraan nuklir Iran dihilangkan dari video unggahan ulang.
- Pihak Istana dan Sekretariat Presiden belum memberikan penjelasan resmi terkait terputusnya siaran dan penyuntingan video tersebut.
Muatan substansi yang disampaikan Prabowo juga memantik perhatian pengamat hubungan internasional karena status kepemilikan senjata nuklir Iran hingga kini belum dapat diklasifikasikan sebagai fakta militer yang terverifikasi sepenuhnya.
Laporan penilaian intelijen Amerika Serikat pada tahun 2026 masih menyatakan bahwa para analis terus memantau kemungkinan kepemimpinan di Tehran mengambil keputusan akhir untuk mengizinkan pembuatan senjata nuklir.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sendiri mencatat bahwa pengawasan terhadap program nuklir Iran memang mengalami tantangan serius pasca-penghentian akses sebagian inspektur internasional di sejumlah fasilitas vital.
Sensitivitas isu program atom Iran memang berada pada level tertinggi, mengingat fasilitas pengayaan nuklir di negara tersebut kerap menjadi target operasi militer dan sabotase.
Catatan pengawasan IAEA menyebutkan adanya serangan terhadap fasilitas instalasi Iran pada tahun 2025, yang kemudian disusul oleh laporan serangan baru terhadap kompleks Natanz pada Maret 2026.
Menguatkan laporan pengawasan global tersebut, Wall Street Journal pada Maret 2026 lalu mengutip posisi resmi otoritas pengawas atom PBB melalui terjemahan pernyataan berikut:
"Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran saat ini tidak memiliki program terstruktur untuk membangun senjata nuklir, meskipun kekhawatiran signifikan tetap ada. Badan tersebut melaporkan tidak ada bukti adanya bom nuklir aktif, namun mencatat bahwa Iran memiliki cadangan besar uranium yang diperkaya dan membatasi akses penuh inspektur."
Berita Terkait
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan
-
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Orang Bakal Padati Kawasan Mulai Sore Ini
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trump Mau 'Palak' Mahasiswa Asing yang Ingin Kerja di Amerika Rp1,8 Miliar
-
Tak Sekadar Hunian, BTN Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Fashion & Lifestyle
-
6 Warna Lipstik Terbaik untuk Acara Formal, Bikin Penampilan Makin Elegan
-
Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
-
Wincos Beberkan Rahasia Kabin Mobil Tetap Dingin di Tengah Cuaca Terik dengan Kaca Film
-
Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab
-
Pria di Bengkalis Tersangka Perambahan Hutan 20 Ha, Sebagian untuk Tanam Sawit
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog Dorong Penggilingan Padi Jaga Mutu Beras
-
Tren Office Shoes Masa Kini: Ketika Kenyamanan Jadi Prioritas Pekerja Urban
-
Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai