News / Internasional
Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Prabowo saat menggelar pertemuan dengan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo membahas isu nuklir Timur Tengah di Istana Negara, Jakarta, pada 31 Juli 2026.
  • Siaran langsung pidato tersebut mendadak terhenti dan bagian pembicaraan nuklir Iran dihilangkan dari video unggahan ulang.
  • Pihak Istana dan Sekretariat Presiden belum memberikan penjelasan resmi terkait terputusnya siaran dan penyuntingan video tersebut.

Muatan substansi yang disampaikan Prabowo juga memantik perhatian pengamat hubungan internasional karena status kepemilikan senjata nuklir Iran hingga kini belum dapat diklasifikasikan sebagai fakta militer yang terverifikasi sepenuhnya.

Laporan penilaian intelijen Amerika Serikat pada tahun 2026 masih menyatakan bahwa para analis terus memantau kemungkinan kepemimpinan di Tehran mengambil keputusan akhir untuk mengizinkan pembuatan senjata nuklir. 

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sendiri mencatat bahwa pengawasan terhadap program nuklir Iran memang mengalami tantangan serius pasca-penghentian akses sebagian inspektur internasional di sejumlah fasilitas vital.

Sensitivitas isu program atom Iran memang berada pada level tertinggi, mengingat fasilitas pengayaan nuklir di negara tersebut kerap menjadi target operasi militer dan sabotase.

Catatan pengawasan IAEA menyebutkan adanya serangan terhadap fasilitas instalasi Iran pada tahun 2025, yang kemudian disusul oleh laporan serangan baru terhadap kompleks Natanz pada Maret 2026. 

Menguatkan laporan pengawasan global tersebut, Wall Street Journal pada Maret 2026 lalu mengutip posisi resmi otoritas pengawas atom PBB melalui terjemahan pernyataan berikut:

"Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran saat ini tidak memiliki program terstruktur untuk membangun senjata nuklir, meskipun kekhawatiran signifikan tetap ada. Badan tersebut melaporkan tidak ada bukti adanya bom nuklir aktif, namun mencatat bahwa Iran memiliki cadangan besar uranium yang diperkaya dan membatasi akses penuh inspektur."

Load More