News / Nasional
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:06 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Indeks kerukunan umat beragama Indonesia naik menjadi 77,89 pada 2025.
  • Pengumuman kenaikan indeks kerukunan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas.
  • Ribuan peserta hadir dalam acara tersebut meskipun Presiden Prabowo Subianto batal hadir.

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengklaim indeks kerukunan umat beragama di Indonesia mencapai level tertinggi sejak negara ini berdiri. Pada 2025, indeks tersebut tercatat berada di angka 77,89 atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 76,47.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat membuka Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Nasaruddin, keberagaman agama di Indonesia justru menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat dalam semangat kebangsaan.

“Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024, menjadi 77,89 pada tahun 2025. Tertinggi semenjak negeri ini berdiri,” kata Nasaruddin.

Ia menyebut capaian tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025 yang dipatok pada angka 76,47. Bahkan, menurutnya, angka itu sudah mendekati target indeks kerukunan umat beragama pada akhir 2029 yang ditetapkan sebesar 78,25.

Selain indeks kerukunan, Nasaruddin juga mengungkapkan indeks kesalehan umat beragama ikut mengalami peningkatan pada 2025.

“Tidak hanya itu, indeks kesalehan umat beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025 ini,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang dinilai konsisten membina umat dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.

“Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” tandasnya.

Baca Juga: Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen

Ribuan peserta mulai memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, menjelang dimulainya Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 RI, Sabtu (1/8/2026). [Suara.com/Dea]

Prabowo Batal Hadir

Pernyataan itu disampaikan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Acara lintas agama tersebut digelar di Monas dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.

Semula Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut. Namun, Menteri Agama menyampaikan kepala negara batal hadir karena harus menjalankan tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan.

Untuk mengamankan jalannya acara, Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Aparat juga menyiapkan pengamanan berlapis, termasuk sterilisasi lokasi, pengaturan lalu lintas, pos kesehatan, serta puluhan kantong parkir bagi peserta yang memadati kawasan Monas.

Load More