- Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menyiagakan sepuluh personel di lokasi TPS ilegal Kramat Jati pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Petugas berjaga untuk mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru akibat cuaca panas dan kandungan gas metana sampah.
- Kebakaran sebelumnya terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, yang diduga dipicu oleh aktivitas anak-anak bermain api.
Suara.com - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur masih menyiagakan personel di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kramat Jati, Jakarta Timur, yang terbakar pada Sabtu (1/8/2026).
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar, mengatakan kondisi di lokasi saat ini sudah kondusif. Asap yang sebelumnya muncul akibat kebakaran juga sudah tidak terlihat.
"Seperti yang kita lihat, asap-asap juga sudah tidak nampak," kata Muchtar di lokasi, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, pihaknya tetap menempatkan 10 personel pemadam kebakaran untuk berjaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Menurut Muchtar, cuaca panas yang sedang melanda berpotensi memicu kebakaran susulan, terlebih tumpukan sampah mengandung gas metana yang mudah terbakar.
"Kalau cuaca panas, kemudian bahan-bahan kering, ada tiupan angin, ada gesekan, lama-lama bisa terjadi penyalaan api. Apalagi di tumpukan sampah seperti ini mengandung gas metana," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemadaman sebelumnya sempat mengalami kendala karena api telah menjalar hingga ke lapisan paling bawah tumpukan sampah. Untuk mengatasinya, Sudin Gulkarmat meminta bantuan alat berat dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta guna mengurai tumpukan sampah sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh.
Terkait penyebab kebakaran, Muchtar mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Namun, berdasarkan informasi sementara dari warga, kebakaran diduga dipicu oleh anak-anak yang bermain api di sekitar lokasi.
"Informasi yang kita dengar dari masyarakat seperti itu. Kita belum tahu pasti karena belum ada informasi yang jelas," katanya.
Baca Juga: Penyebab Belum Diketahui, Begini Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
Ia menegaskan, fokus utama petugas saat ini adalah memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran susulan di lokasi.
Sebelumnya, kebakaran melanda tempat pembuangan sampah yang diduga ilegal di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/8/2026).
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
3 Parfum BOHE Unisex Paling Wangi dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli
-
Modus Curi Biskuit Berulang Terbongkar, Sales Makanan Diciduk di Pasar Nusukan
-
5 Sunscreen untuk Pori-pori Besar, Bantu Samarkan Tekstur Kulit dan Kontrol Minyak
-
10 Link Download Logo HUT ke-81 RI Versi PNG, Lengkap dengan Cara Mengunduhnya
-
Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit
-
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
-
Dukungan Indonesia Cs Gak Ngaruh! Gianni Infantino Diminta Mundur atau Dilengserkan
-
Isuzu Traga Disulap Menjadi Mobile Beauty Salon di Pameran GIIAS 2026