-
Serangan fisik Iran dan AS melumpuhkan setidaknya lima pusat data di kawasan Teluk.
-
Iran menargetkan fasilitas komputasi awan karena menganggapnya sebagai bagian dari infrastruktur militer.
-
Bencana fisik ini melonjakkan biaya asuransi serta mengancam keberlanjutan investasi AI Teluk.
Reddie menegaskan bahwa posisi Amazon sangat mencolok di mata musuh.
"Jika Anda adalah Iran dan melihat Amazon, fasilitas itu sama saja seperti dipasangi bendera Amerika di seluruh permukaannya," tambah Reddie.
Konstruksi gudang penyimpanan server yang rapuh membuat pusat data hampir tidak mungkin dilindungi dari ledakan bom atau drone. Penanggung risiko asuransi MSIG, Philip Wray, menegaskan bahwa peralatan mahal di dalam gedung sangat rentan terhadap kehancuran fisik.
Perusahaan teknologi kini mengandalkan sistem cadangan redundansi data di lokasi lain untuk mengantisipasi kehancuran fisik fasilitas utama. Namun, perpindahan ini tidak sepenuhnya menghapus kerugian operasional dan risiko finansial.
Lonjakan biaya asuransi pusat data membuat investor asing berpikir ulang sebelum menanamkan modal baru di kawasan konflik. Joe Macejak dari broker asuransi Marsh mengonfirmasi banyak penanggung risiko mulai menolak menutup potensi kerugian fisik akibat perang.
"Beberapa klien melihat peristiwa terbaru dan berpikir dua kali untuk melanjutkan langkah, sementara beberapa perusahaan asuransi tidak nyaman menanggung risiko tertentu," kata Joe Macejak. Lonjakan biaya komponen hardware dan tenaga kerja membuat risiko penanaman modal semakin membengkak.
Sebagai latar belakang isu, kawasan Teluk seperti Arab Saudi dan UEA sebelumnya gencar mengalokasikan dana kedaulatan triliunan dolar untuk membangun infrastruktur AI raksasa seperti proyek Stargate. Namun, eskalasi militer regional pada tahun 2026 mengubah arah risiko investasi dari ranah peretasan siber menjadi ancaman kehancuran fisik akibat perang rudal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan