News / Internasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Juru bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei. (ANTARA)
Baca 10 detik
  • Iran menegaskan tidak ada mediator baru dalam jalur perundingan dengan Amerika Serikat.

  • Qatar dan Pakistan tetap menjadi saluran komunikasi resmi antara Iran dan pihak Amerika.

  • China turut membantu meredakan konflik kawasan tanpa mengambil peran sebagai mediator resmi.

Suara.com - Iran memastikan tidak ada perantara baru dalam proses perundingan dengan Amerika Serikat di tengah situasi kawasan yang kian memanas.

Pemerintah Tehran menegaskan bahwa peran mediasi tetap dipegang oleh mitra diplomatik yang selama ini sudah berjalan.

Langkah ini memperjelas posisi geopolitik Iran yang tetap membuka jalur komunikasi terbatas tanpa perlu menambah keterlibatan aktor diplomasi baru.

Iran mendatangkan 400 unit sistem pertahanan udara portabel buatan China dalam beberapa pekan mendatang untuk memperketat benteng udara jarak pendek.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa China memang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan konflik di kawasan. Perhatian tersebut diwujudkan melalui upaya aktif untuk mencegah krisis keamanan yang lebih luas.

"Oleh karena itu, teman-teman China kami mencoba menggunakan kapasitas mereka untuk mencegah situasi memanas," kata Baghaei, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).

Baghaei menambahkan bahwa keterlibatan Beijing murni bentuk dukungan diplomatik tanpa menggeser struktur mediasi yang ada. Keterlibatan tersebut sebatas memanfaatkan pengaruh politik luar negeri demi menjaga stabilitas regional.

"Dalam hal ini, China, seperti beberapa negara lain, membantu," ujarnya seraya menekankan tidak ada mediator baru dalam pembicaraan tersebut.

Ia menegaskan bahwa urusan perundingan resmi tetap dialokasikan kepada negara penengah yang telah disepakati sebelumnya. Hubungan diplomasi tidak langsung antara Tehran dan Washington masih mengandalkan saluran komunikasi yang lama.

"Pakistan adalah mediator dalam isu-isu yang berkaitan dengan Iran dan AS. Qatar juga membantu dalam kasus-kasus di mana itu diperlukan," tutur Baghaei.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

Pemerintah Iran juga menutup pintu bagi potensi penyelenggaraan forum perundingan baru dalam waktu dekat ini. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi adanya agenda pertemuan rahasia di luar negeri.

"Kami tidak akan menjadi tuan rumah bagi suatu delegasi atau menjadi tamu suatu negara pada hari-hari ini," tegas Baghaei.

Pernyataan resmi Iran ini muncul di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran global akan perluasan konflik. Isu keterlibatan pihak ketiga kerap mengemuka setiap kali terjadi peningkatan eskalasi militer di kawasan.

Selama ini, Pakistan dan Qatar bertindak sebagai saluran diplomatik kunci untuk menyampaikan pesan antara Iran dan AS yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal. Sementara itu, China terus mendorong upaya de-eskalasi demi mengamankan kepentingan ekonomi dan stabilitas energi regional.

Load More