-
Iran menegaskan tidak ada mediator baru dalam jalur perundingan dengan Amerika Serikat.
-
Qatar dan Pakistan tetap menjadi saluran komunikasi resmi antara Iran dan pihak Amerika.
-
China turut membantu meredakan konflik kawasan tanpa mengambil peran sebagai mediator resmi.
Suara.com - Iran memastikan tidak ada perantara baru dalam proses perundingan dengan Amerika Serikat di tengah situasi kawasan yang kian memanas.
Pemerintah Tehran menegaskan bahwa peran mediasi tetap dipegang oleh mitra diplomatik yang selama ini sudah berjalan.
Langkah ini memperjelas posisi geopolitik Iran yang tetap membuka jalur komunikasi terbatas tanpa perlu menambah keterlibatan aktor diplomasi baru.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa China memang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan konflik di kawasan. Perhatian tersebut diwujudkan melalui upaya aktif untuk mencegah krisis keamanan yang lebih luas.
"Oleh karena itu, teman-teman China kami mencoba menggunakan kapasitas mereka untuk mencegah situasi memanas," kata Baghaei, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).
Baghaei menambahkan bahwa keterlibatan Beijing murni bentuk dukungan diplomatik tanpa menggeser struktur mediasi yang ada. Keterlibatan tersebut sebatas memanfaatkan pengaruh politik luar negeri demi menjaga stabilitas regional.
"Dalam hal ini, China, seperti beberapa negara lain, membantu," ujarnya seraya menekankan tidak ada mediator baru dalam pembicaraan tersebut.
Ia menegaskan bahwa urusan perundingan resmi tetap dialokasikan kepada negara penengah yang telah disepakati sebelumnya. Hubungan diplomasi tidak langsung antara Tehran dan Washington masih mengandalkan saluran komunikasi yang lama.
"Pakistan adalah mediator dalam isu-isu yang berkaitan dengan Iran dan AS. Qatar juga membantu dalam kasus-kasus di mana itu diperlukan," tutur Baghaei.
Baca Juga: Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
Pemerintah Iran juga menutup pintu bagi potensi penyelenggaraan forum perundingan baru dalam waktu dekat ini. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi adanya agenda pertemuan rahasia di luar negeri.
"Kami tidak akan menjadi tuan rumah bagi suatu delegasi atau menjadi tamu suatu negara pada hari-hari ini," tegas Baghaei.
Pernyataan resmi Iran ini muncul di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran global akan perluasan konflik. Isu keterlibatan pihak ketiga kerap mengemuka setiap kali terjadi peningkatan eskalasi militer di kawasan.
Selama ini, Pakistan dan Qatar bertindak sebagai saluran diplomatik kunci untuk menyampaikan pesan antara Iran dan AS yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal. Sementara itu, China terus mendorong upaya de-eskalasi demi mengamankan kepentingan ekonomi dan stabilitas energi regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya
-
Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%