News / Metropolitan
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:15 WIB
140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk. Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI
Baca 10 detik
  • Tumpukan sampah seberat 140 ton mencemari RW 03 Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, dan mengganggu aktivitas warga pada Jumat (7/8/2026).
  • Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat mengerahkan belasan truk, alat berat, dan puluhan personel untuk membersihkan lokasi tersebut dalam satu hari.
  • Pemerintah DKI Jakarta mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 guna mencegah penumpukan serupa.

Suara.com - Tumpukan sampah dengan volume sekitar 140 ton mencemari lingkungan RW 03, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas warga sekitar, termasuk akses anak-anak menuju sekolah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat langsung bergerak cepat menangani persoalan tersebut.

“Yang paling utama adalah memastikan lingkungan segera kembali bersih dan aktivitas warga tidak terganggu. Karena itu, jajaran kami di Jakarta Barat mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujar Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).

Untuk mempercepat pembersihan, Sudin LH Jakarta Barat melalui Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Cengkareng mengerahkan sekitar 13 hingga 15 truk pengangkut, satu unit shovel loader, serta 25 personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

“Target kami, penanganan utama dapat diselesaikan dalam satu hari sehingga akses warga kembali terbuka dan lingkungan dapat segera ditata,” ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Aldi Jansen.

Aldi menambahkan, petugas di lapangan juga memastikan proses pembersihan berjalan secara terkoordinasi.

“Penanganan kami lakukan secara intensif,” tegasnya.

Sementara itu, Yogi kembali mengingatkan bahwa penanganan cepat di lapangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber.

Baca Juga: Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

“Semakin banyak sampah yang dikurangi, dipilah, dan diolah sejak dari sumber, semakin kecil pula potensi penumpukan di lingkungan,” imbaunya.

DLH DKI Jakarta pun terus mendorong pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pemerintah memperkuat pelayanan dan pengolahan, sementara pemilahan dari rumah tangga menjadi bagian penting agar sistem pilah, angkut, dan olah dapat berjalan semakin baik. Tujuan akhirnya sama, yaitu lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan nyaman bagi warga,” pungkas Yogi.

Load More