- Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan peningkatan pendidikan Nias Barat butuh kolaborasi seluruh pihak pada Selasa, 11 Agustus 2026.
- Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menyatakan Indeks Pembangunan Manusia wilayahnya masih rendah akibat berbagai keterbatasan fasilitas dan tenaga pengawas.
- Wakil Gubernur Surya meninjau progres pembangunan ruang kelas dan perekaman KTP elektronik bagi siswa SMAN 1 Mandrehe.
Suara.com - Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak.
Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan pendidikan di wilayah Kepulauan Nias yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Pesan tersebut disampaikan Surya saat mengunjungi SMAN 1 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Selasa (11/8/2026). Di hadapan kepala sekolah, guru, dan siswa, Surya mengajak pemerintah daerah, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
Menurut Surya, pembangunan kualitas pendidikan di daerah yang masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal membutuhkan dukungan menyeluruh. Karena itu, pembenahan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama.
"Keinginan-keinginan ini harus kita kolaborasikan secara bersama, sehingga apa yang menjadi keinginan kita bersama bisa diwujudkan," ujar Surya.
Surya juga berpesan kepada para guru agar menjalankan tugas mendidik dengan tulus dan ikhlas serta menjadi teladan bagi para siswa. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai orang tua dan pendidik yang membentuk karakter anak.
“Didiklah anak kita ini dengan tulus dan ikhlas, menjadi teladan bagi anak-anak kita. Kita itu bersikap, bertindak sebagai orang tua, sebagai pendidik," ucapnya.
Ia juga menekankan perbedaan antara menjalankan profesi sebagai guru dan menjadi seorang pendidik. Seorang pendidik, katanya, harus memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga proses pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan menyamaratakan kemampuan seluruh siswa.
"Misal dari 32 anak yang kita berikan ilmu, belum tentu 32 ini sama kemampuannya. Pendidik tidak bisa memukul rata semua kemampuan anak sama,” kata Surya.
Lebih lanjut, Surya mengatakan ilmu merupakan harta yang paling mulia karena tidak akan pernah berkurang meski diberikan kepada orang lain. Karena itu, ia mengajak seluruh guru, baik berstatus PNS, PPPK, paruh waktu maupun guru tidak tetap, untuk senantiasa ikhlas menjalankan tugas mulia sebagai pendidik.
Menurut Surya, pengabdian seorang guru tidak semestinya hanya diukur dari materi yang diterima. Ketulusan dalam mendidik dan memberikan ilmu kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan daerah.
Sementara itu, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu mengatakan saat ini terdapat 31 satuan pendidikan SMA/SMK dan SLB di wilayahnya. Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah.
"Ini juga jadi masalah kenapa mutu pendidikan di seluruh sekolah ini, kami ini kalau tidak ada afirmasi kami tidak ada kesempatan masuk PTN, kalau ada jumlahnya sedikit, oleh sebab itu IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kami masih berada di 66,05 poin. Ini masih jauh di bawah rata-rata Sumut. Dan wilayah Kepulauan Nias, IPM terendah di tempat kami," kata Bupati.
Eliyunus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut atas berbagai program pembangunan yang telah dilakukan di Nias Barat. Ia berharap pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para siswa sehingga mampu bersaing dengan siswa dari daerah lain.
Dalam kunjungan tersebut, Surya turut meninjau progres pembangunan ruang kelas di SMAN 1 Mandrehe. Ia juga meninjau proses perekaman KTP elektronik bagi siswa SMAN 1 Mandrehe sebagai bagian dari upaya memastikan para pelajar memiliki dokumen administrasi kependudukan.
Berita Terkait
-
Pemerintah Bakal Rombak Buku Pelajaran: Seberapa Mendesak bagi Pendidikan?
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Tanpa Rencana Matang, Ganti Buku Pelajaran Berisiko Jadi Proyek Besar Rawan Korupsi
-
BNI Gandeng Prasetiya Mulya, Perkuat Ekosistem Keuangan Kampus
-
Ganti Buku Pelajaran Tak Cukup, Pengamat Soroti Persoalan Pendidikan yang Lebih Kompleks
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Bekas Jerawat? Ini 9 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
-
Dihadiri Ustaz Maulana, Pengajian TP-PKK di Masjid Nurul Wathon Sedot Perhatian Warga Lintas Daerah
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Besok 12 Agustus 2026, Hoki Ada di Depan Mata
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Seukuran Paspor dan Bobot 201 Gram, Galaxy Z Fold8 Terasa Lebih Praktis Dibawa
-
Viral Video Lafalkan Al Quran demi Miras, Polisi Mulai Panggil Pihak Terkait
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
Jangan Beli Tiket Kereta di Aplikasi KAI, Lagi Eror Hingga Jam 11 Malam
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?