News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:19 WIB
Insiden bentrok berdarah di atas kapal USS Abraham Lincoln menewaskan tujuh awak akibat tekanan penugasan.(Mehrnews)
Baca 10 detik
  • Bentrokan senjata tajam antarakru di kapal USS Abraham Lincoln menewaskan tujuh personel militer Amerika Serikat.

  • Kerusuhan dipicu oleh kelelahan ekstrem akibat penugasan berlayar nonstop terlama sepanjang sejarah modern AS.

  • Utusan CENTCOM mendapat penolakan keras dan pelemparan saat mencoba meredam gejolak internal kapal perang.

Suara.com - Sebanyak 7 personel Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat kerusuhan berdarah di atas kapal perang USS Abraham Lincoln. Bentrokan senjata tajam antarafiat awak kapal ini menjadi puncak dari tekanan mental parah akibat masa penugasan laut terlama dalam sejarah modern militer AS.

Gejolak di kapal perang yang beroperasi di Samudra Hindia ini menegaskan krisis moral parah yang sedang melanda internal militer Amerika Serikat. Insiden terjadi tepat saat utusan Komando Pusat AS (CENTCOM) mencoba meredam protes terkait perpanjangan masa tugas yang tak kunjung usai.

Kemarahan para prajurit meledak ketika penasihat militer Komandan CENTCOM Brad Cooper mendatangi lokasi untuk menemui ribuan awak kapal. Pertemuan yang dirancang untuk meredam gelombang protes keluarga prajurit itu justru memicu penolakan keras dari internal kapal.

Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]

Sorakan cemoohan hingga lemparan botol air mineral menghujani utusan CENTCOM yang mencoba memberikan pengarahan di hadapan para personel.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan kumpulan personel," ujar sumber militer tepercaya sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim.

Situasi panas tersebut dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik antarakelompok awak yang saling menyerang menggunakan pisau dan senjata tajam lainnya.

"Konfrontasi tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," lanjut sumber tersebut.

Mengapa Kerusuhan Berdarah Bisa Terjadi di Atas USS Abraham Lincoln?

Hingga saat ini kondisi di dalam kapal induk bertenaga nuklir tersebut dikabarkan masih sangat tegang dan belum sepenuhnya terkendali.

Baca Juga: 111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

"Atmosfer di atas kapal induk tetap tegang dan belum stabil," ungkap laporan media tersebut.

Penugasan arungi samudra selama 263 hari membuat beban psikologis seluruh prajurit di atas USS Abraham Lincoln berada di titik kritis. Kapal ini tercatat telah berlayar nonstop selama 208 hari tanpa jeda pelabuhan yang memadai.

Rekor masa berlayar tanpa henti ini menjadi yang terpanjang bagi kapal induk militer AS di era modern. Satu-satunya jeda operasional mereka hanyalah singgah singkat di pelabuhan Oman pada bulan Juli lalu.

Misi utama armada tempur ini adalah menegakkan blokade laut terhadap wilayah Iran di kawasan Samudra Hindia. Namun, ketidakpastian jadwal pulang memicu gelombang protes dari keluarga prajurit di tanah air hingga akhirnya menyulut insiden fatal di atas kapal.

Load More