News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:16 WIB
Spanduk sumpah serapah yang dipasang di depan rumah pemilik anjing bernama John Wick di kawasan Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (14/8/2026). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Anjing bernama John Wick mati mendadak setelah memakan daging ayam berserbuk putih di Bantul pada Selasa, 16 Juli 2026.
  • Rekaman CCTV menunjukkan pengendara motor matic putih mencurigakan berhenti di depan rumah pemilik sesaat sebelum kejadian.
  • Keluarga memasang spanduk sumpah serapah di gerbang rumah karena merasa trauma serta menuntut keadilan bagi pelaku.

Hasilnya, pergerakan sosok misterius yang mengendarai sepeda motor matic berwarna putih tanpa pelat nomor berhasil terekam melintas dan berhenti di depan rumah dengan gestur mencurigakan beberapa menit sebelum kejadian.

"Kita asumsikan itu emang pelakunya gitu, karena yang kelihatan paling lama itu ya dia gitu dan persis di depan gerbang," ungkapnya.

Kendaraan yang digunakan terduga pelaku disebut berupa motor matic putih jenis Scoopy dengan sejumlah ciri khusus. Namun, nomor polisi kendaraan tidak terlihat dalam rekaman sehingga keluarga kesulitan mengidentifikasi pemiliknya.

Anjing bernama John Wick yang mati usai diduga diracun orang tak bertanggungjawab di Bantul, Yogyakarta. (Dok: keluarga).

Paschal mengatakan sempat mencoba mencocokkan ciri kendaraan dan pengendara dengan warga sekitar. Namun, hingga kini belum ditemukan orang yang memiliki kendaraan dengan karakteristik yang sama.

Ia menyebut ada kasus anjing lain yang diduga keracunan di sekitar kawasan tersebut beberapa hari setelah John Wick mati. Namun, ia belum dapat memastikan apakah kejadian itu berkaitan dengan kematian John Wick.

"Kalau yang kami amati di rumah ini kok kejadiannya agak lebih terencana banget gitulah dengan gak pakai pelat nomor, dia udah tahu di mana anjing saya udah sering keluar, kepalanya di mana gitu, ditaruhnya di situ, jamnya kok 30 menit sebelum ibu saya keluar (rumah), kok terlalu terlalu rapi ya," ungkapnya.

Aksi jahat ini dirasakan sangat janggal sebab sejauh ini tidak pernah ada keluhan atau komplain dari warga sekitar mengenai keberadaan John Wick. Apalagi anjing tersebut dikenal tidak pernah berkeliaran di luar pagar tanpa pengawasan keluarga.

Spanduk Lahir dari Luka Keluarga

Kematian John Wick tidak berhenti sebagai persoalan kehilangan hewan peliharaan. Hal itu yang mendasari keluarga meluapkan emosi mereka lewat pemasangan spanduk dan poster di depan rumah.

Baca Juga: BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG: Makanan Tak Terpantau Bisa Berujung Keracunan

Berdasarkan pantauan Suara.com, terdapat dua spanduk besar berwarna dasar hitam dengan tulisan merah menyala yang terpasang di gerbang besi.

Spanduk itu memuat doa dan sumpah serapah yang menohok bagi pelaku yang tak bertanggung jawab.

Selain spanduk sumpah serapah, dipasang pula poster lengkap dengan ilustrasi terduga pelaku di atas motor matic.

Bagi keluarga, kejadian itu meninggalkan trauma karena John Wick sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga selama lebih dari lima tahun.

"Ya kita kan trauma toh, wah ada kayak, ya itu anjing yang udah kita sayang banget terus udah bagian jadi keluarga gitu," tuturnya.

Spanduk tersebut dibuat secara spontan setelah keluarga membicarakan kejadian pada malam setelah John Wick dikuburkan.

Pesan itu menjadi bentuk pelampiasan sekaligus upaya keluarga menunjukkan bahwa kematian hewan peliharaan tidak dianggap sebagai persoalan sepele.

Meski masih mempertimbangkan jalur hukum, keluarga mengakui bukti yang mereka miliki terbatas.

Rekaman CCTV memang menunjukkan keberadaan orang yang dicurigai, tetapi tidak memperlihatkan nomor polisi kendaraan secara jelas.

Kondisi itu diperparah dengan sistem penyimpanan CCTV yang terbatas. Paschal menyebut sebagian rekaman berpotensi terhapus otomatis setelah beberapa hari sehingga penelusuran kendaraan dari kamera lain menjadi semakin sulit.

"Kita tuh kalau ikhlas ya gak sih, soalnya tetep keluarga toh anjing itu," ucapnya.

Mereka berharap orang yang bertanggung jawab setidaknya berani datang, meminta maaf, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kalau dari segi pelaku jelas kita harapannya dia (pelaku) bisa datang, minta maaf dan hadapi konsekuensi hukumnya. Jadi ya tentu kita pengennya juga keadilan," tandasnya.

Load More