News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kerusakan akibat terdampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). ANTARA/BPBD Kota Bima.
Baca 10 detik
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Guncangan gempa tersebut merusak sejumlah bangunan rumah warga, Gudang Bulog, dan Masjid Hotel Mutmainnah di Kota Bima.
  • Pemerintah setempat mendata kerusakan dan menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan serta perlengkapan keluarga bagi warga terdampak.

Suara.com - Sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami kerusakan terdampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo yang berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, pukul 05.58 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima A Faruk mengakui gempa bumi dengan kekuatan M 7,7 tersebut dirasakan di wilayah Kota Bima, sehingga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga setempat.

"Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi," ujar dia melalui keterangan di Mataram, Sabtu (15/8/2026).

Selain itu kerusakan juga terjadi menimpa Gudang Bulog, terutama kerusakan pada bagian dinding yang menyebabkan sejumlah karung beras di dalam gudang berjatuhan. Kemudian, satu lagi kerusakan pada plafon Masjid Hotel Mutmainnah.

"Hingga saat ini laporan masih disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap dampak gempa masih dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan atau dampak lainnya," kata Faruk sebagaimana dilansir Antara.

Faruk mengungkapkan saat ini tim masih melakukan koordinasi dengan Tim Relawan Kebencanaan pada kelurahan setempat dan meninjau langsung lokasi kejadian.

"Kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan, sementara pendataan, dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan sementara ini terkait kebutuhan mendesak berupa dukungan logistik bagi warga terdampak diperlukan, terutama kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.

Selain itu juga diperlukan dukungan material penanganan darurat berupa terpal atau bahan penutup sementara untuk mengantisipasi apabila bagian rumah yang mengalami kerusakan belum dapat digunakan secara aman.

Baca Juga: Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami

"Pemenuhan kebutuhan logistik akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi warga terdampak di lapangan," katanya.

Load More