- Gempa magnitudo 7,4 menewaskan 254 jiwa serta meruntuhkan puluhan gedung di barat Kolombia.
- Tim SAR dan sukarelawan berpacu membebaskan belasan anak yang terjebak di bawah reruntuhan.
- Pemerintah memberlakukan jam malam di Cali guna mencegah aksi penjarahan pascabencana gempa bumi.
Suara.com - Bencana guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 menewaskan sedikitnya 254 jiwa (per 12 Agustus 2026) di wilayah barat Kolombia pada Senin pagi. Ratusan tim penyelamat kini terus menggali puing-puing bangunan rubuh demi menemukan korban selamat. Mereka tidak boleh terlalu lama mencari korban, jika tidak nyawa taruhannya.
Konsentrasi kerusakan dan korban jiwa terbesar berada di Kota Pereira serta Cali setelah gempa melanda pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan hebat tersebut menghancurkan ribuan rumah serta meruntuhkan belasan gedung pemukiman warga.
"Bagi saya, gempa bumi terasa abadi," kata Luis Saenz, seorang mahasiswa jurnalistik berusia 22 tahun dari Cali, dikutip dari Al Jazeera.
Warga Kota Cali menyaksikan langsung kehancuran total Apartemen Vanessa setinggi tujuh lantai yang menimpa bangunan tempat penitipan anak di sebelahnya. Sebanyak 17 anak-anak dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan padat beton tersebut.
“Ada sekitar 17 anak terjebak di bawah reruntuhan,” jelas Maximiliano Herrera, 32 tahun, seorang sukarelawan lokal yang mengoordinasikan upaya penyelamatan.
“Sangat sedih mengetahui bahwa anak-anak dari teman dan kenalan kemungkinan besar ada di bawah sini,” kata Herrera kepada Al Jazeera.
Herrera menambahkan bahwa dua anak bernama Samuel dan Sara telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan namun berada “di sudut yang paling tidak terjangkau dari seluruh lokasi.”
Bagaimana Kondisi Evakuasi Korban di Lokasi Bencana?
Ratusan sukarelawan membentuk rantai manusia untuk mengangkut puing beton secara manual di sekitar area Apartemen Vanessa. Petugas evakuasi kerap mengepalkan tangan ke udara meminta keheningan total guna mendeteksi suara korban selamat dari bawah tanah.
Baca Juga: Katedral 98 Tahun Tak Kuasa Menahan Gempa Kolombia, Menara Ambruk Saat Misa Berlangsung
Sejumlah warga lokal terpaksa menghentikan bantuan evakuasi akibat ketidakmampuan menahan rasa trauma melihat kediaman mereka hancur. Banyak warga yang memilih bertahan di sekitar lokasi reruntuhan untuk menanti kepastian nasib anggota keluarga mereka.
“Saya ingin bertahan, tapi tidak, saya tidak bisa,” kata Valencia, seraya menyaksikan video ponsel yang diambilnya minggu lalu dari apartemen seorang teman di dalam Gedung Vanessa. “Saya membantu, tetapi saya tidak bisa melanjutkan. Percayalah, hati saya tidak sanggup menahannya.”
Sebagian warga nekat menerobos masuk kembali ke dalam bangunan retak guna menyelamatkan harta benda mereka. Akses berbahaya ini dilakukan warga akibat tingginya ancaman aksi penjarahan di wilayah berangka kriminalitas tinggi tersebut.
"Kami belum berhenti. Kami telah melakukan ini sepanjang malam," kata Cristian Nieves, seorang sukarelawan lelah yang duduk di atas ember cat pada Selasa pagi.
Bagaimana Langkah Pemerintah Menangani Krisis Dampak Gempa?
Wali Kota Cali Alejandro Eder memberlakukan status militerisasi serta jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00 pagi. Kebijakan ketat ini diambil untuk menekan potensi kejahatan dan mengamankan jalur evakuasi tim medis serta sukarelawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat