Massa dari Pati Bakal Nginap di Depan DPR Mulai Besok Malam, Desak Koruptor Dihukum Mati

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok (tengah). (Suara.com/Alif Bintang)
  • Rombongan warga Pati dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berencana menduduki gedung DPR RI di Jakarta.
  • Aksi unjuk rasa tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, dengan persiapan dimulai sejak hari Rabu.
  • Massa mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi para pelaku korupsi.

Suara.com - Rombongan warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bersiap menduduki kawasan depan gedung DPR RI untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Massa yang berangkat menggunakan enam unit bus tersebut berencana menetap di lokasi sebelum menyampaikan tuntutan mereka pada Kamis (27/8/2026).

Humas Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Didik Eko Sulistiawan, menyatakan kesiapan rombongannya untuk bertahan di komplek parlemen sejak Rabu (26/8/2026) pagi.

“Insyaallah, jam 10 kami udah mulai ke DPR. Insyaallah, kalau memungkinkan juga, kami langsung stay di situ untuk selanjutnya aksi hari Kamis,” kata Didik saat ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).

Kehadiran mereka di ibu kota merupakan bentuk perjuangan masyarakat akar rumput yang datang jauh dari pelosok daerah.

Didik menegaskan, kedatangan warga yang ia sebut "orang-orang dari desa" ini murni untuk mengetuk pintu hati para pejabat di Jakarta.

“Kami orang kampung, kami datang ke Jakarta menyampaikan aspirasi. Semoga aspirasi kami ini didengar pejabat-pejabat kita,” ungkapnya.

Fokus utama yang dibawa oleh rombongan ini adalah desakan keras terhadap penguatan regulasi bagi para perampok uang negara.

“Kami cuma membawa dua tuntutan. Segera sahkan RUU Perampasan Aset, serta hukum mati koruptor,” tegas Didik.

Rencana aksi mereka pun diklaim mendapat banyak dukungan serta bantuan logistik dari berbagai elemen aktivis di Jakarta.

“Saling support, saling bantu untuk melancarkan aksi kami besok hari Kamis,” imbuh Didik.

Mewakili rombongan dari Pati, Didik berjanji keamanan dan ketertiban akan menjadi komitmen utama yang dipegang teguh oleh massa aksi.

“Kami jaga kondusivitas, jangan sampai ada kerusuhan. Kami masyarakat Pati ini datang ke Jakarta ini bukan untuk buat kerusuhan,” ikrar Didik sebelum menutup pembicaraan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com