News / Nasional
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional, Harris Arthur Hedar (ketiga kiri) dalam acara pelantikan pengurus DPD PERADI Prof, di Jakarta, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/HO-PERADI Profesional)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum DPN PERADI Profesional Harris Arthur Hedar melantik pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta di JW Marriott Hotel Jakarta pada 28 Agustus 2026.
  • Pengurus baru DPD PERADI Profesional DKI Jakarta masa bakti 2026-2031 diharapkan mampu meningkatkan kompetensi advokat, menjaga integritas, serta memperkuat penegakan hukum nasional.
  • DPN PERADI Profesional fokus meningkatkan kualitas anggota melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat dan Pendidikan Profesi Advokat guna menghadapi dinamika hukum global.

Ia meyakini bahwa kekuatan sebuah organisasi advokat tidak diukur dari kuantitas anggotanya, melainkan dari dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat luas.

"Ukuran kebesaran organisasi bukan hanya berapa banyak anggotanya, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan dan seberapa teguh anggotanya menjaga kehormatan profesi," kata Prof. Harris.

Fokus pada Kualitas Melalui PKPA dan PPA

Menghadapi dinamika hukum global dan perkembangan teknologi yang kian pesat, PERADI Profesional berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitas anggotanya.

Salah satu fokus utama adalah melalui penguatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Pendidikan Profesi Advokat (PPA).

Program pendidikan ini dirancang agar tidak hanya menghasilkan lulusan yang mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang kuat.

Kolaborasi dengan akademisi dan praktisi hukum senior terus didorong untuk memastikan adanya transfer pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar hukum saat ini.

Prof. Harris menginginkan agar setiap advokat yang lahir dari rahim PERADI Profesional memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif terhadap perubahan zaman.

"Kita ingin mempersiapkan advokat yang tidak hanya memahami pasal dan peraturan, tetapi mampu berpikir kritis, memiliki integritas, menguasai praktik, memahami perkembangan teknologi dan hukum global, serta tetap teguh menjaga kehormatan profesinya," ujar Prof. Harris.

Baca Juga: Nessy Kalviya dan Mesakh Mirin Resmi Duduki Kursi DPR Periode 2024-2029

Membangun "Istana Besar" Bagi Para Advokat

Di tengah tantangan internal maupun eksternal, persatuan menjadi kunci utama bagi keberlangsungan organisasi. Prof. Harris mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menanggalkan kepentingan pribadi atau kelompok demi kemajuan bersama.

Ia mengibaratkan PERADI Profesional sebagai sebuah rumah besar yang harus dijaga kehormatannya oleh seluruh penghuninya.

"PERADI Profesional harus menjadi istana besar bagi para advokat yang ingin tumbuh bersama dalam profesionalisme, integritas, persaudaraan, dan pengabdian. Istana ini harus kita bangun bukan dengan kepentingan pribadi, tetapi dengan kebersamaan, kerja nyata, prestasi, dan kehormatan profesi," tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa dalam sebuah organisasi yang dinamis, perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah. Namun, ia mewanti-wanti agar perbedaan tersebut tidak sampai merusak ikatan persaudaraan dan tujuan mulia organisasi dalam menegakkan keadilan.

"Kita boleh berbeda pikiran, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi ketika menyangkut kehormatan profesi dan kepentingan organisasi, kita harus berdiri bersama," lanjutnya.

Kehadiran pengurus baru DPD PERADI Profesional DKI Jakarta diharapkan membawa energi segar dan inovasi dalam pelayanan hukum.

DPN berharap organisasi ini semakin independen dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan bantuan hukum yang berkualitas dan berintegritas.

"Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang telah bekerja dan memberi manfaat. Mari kita besarkan PERADI Profesional dengan karya, kita jaga dengan integritas, dan kita muliakan profesi advokat dengan pengabdian kepada hukum dan keadilan," pungkas Harris.

Load More