Tabung Isi Obat Maag Dituding Cairan Merica, Polda DIY: Sejak Awal Kami Pakai Diksi 'Diduga'

Kamis, 03 September 2026 | 16:42 WIB
Aksi unjukrasa mahasiswa di Simpang Gramedia, Kota Yogyakarta,Selasa(1/9/2026) malam. [Suarajogja.id/ Putu Ayu Palupi]
  • Polda DIY merespons bantahan SEMA UGM terkait unggahan tabung yang diduga berisi cairan merica saat aksi di Yogyakarta, Selasa (1/9/2026).
  • Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan penggunaan diksi diduga karena situasi dinamis membuat tabung belum diamankan sebagai barang bukti.
  • Polda DIY menegaskan fokus utama kepolisian adalah fakta klinis tujuh personel yang mengalami sesak napas dan iritasi, serta seluruh korban telah pulih.

Suara.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merespons polemik tabung yang disebut berisi cairan merica saat aksi mahasiswa di kawasan Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, Selasa (1/9/2026).

Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) sebelumnya mempersoalkan unggahan resmi Polda DIY bertajuk “Fakta di Lapangan” yang menyebut tabung tersebut berisis cairan merica.

SEMA UGM membantahnya dan menyatakan tabung tersebut berisi obat maag Mylanta milik tim medis aksi.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan mengatakan kepolisian sejak awal tidak memastikan isi tabung tersebut sebagai cairan merica. Polisi menggunakan diksi “diduga” karena tabung tersebut belum sempat diamankan sebagai barang bukti.

"Kami sangat menghormati dan menampung klarifikasi informasi dari rekan-rekan mahasiswa," kata Ihsan saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

Ihsan mengatakan kondisi di lokasi aksi yang dinamis membuat petugas belum sempat mengamankan tabung tersebut. Karena itu, narasi yang disampaikan kepada publik menggunakan kata “diduga”.

"Perlu kami sampaikan terkait isi tabung, karena pada saat aksi belum sempat diamankan oleh petugas akibat situasi di lapangan yang sangat dinamis, maka sejak awal narasi resmi kami menggunakan diksi diduga demi mengedepankan asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Terlepas dari polemik isi tabung tersebut, Ihsan mengatakan polisi berfokus pada dampak cairan atau semprotan yang dirasakan personel saat meredam keributan.

"Fokus utama kami adalah fakta klinis adanya 7 personel pelayanan yang nyata mengalami sesak napas serta iritasi saat meredam keributan," ungkapnya.

Ihsan menambahkan, seluruh korban dari pihak mahasiswa maupun petugas telah mendapatkan penanganan medis.

"Alhamdulillah, seluruh korban baik dari mahasiswa maupun petugas saat ini sudah ditangani medis dan telah pulih sepenuhnya. Situasi Kamtibmas Yogyakarta juga tetap terjaga, aman dan kondusif," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com