News / Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 22:04 WIB
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/HO Badan Geologi
Baca 10 detik
  • Kementerian Perhubungan menutup delapan bandara di beberapa wilayah akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu.
  • Penutupan sementara delapan bandara tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan operasional penerbangan dari dampak erupsi.
  • Menteri Perhubungan mengimbau maskapai segera memberikan kepastian jadwal serta menjamin hak pengembalian tiket bagi para penumpang terdampak.

Suara.com - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap penerbangan meluas. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan sebanyak delapan bandar udara kini ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik.

Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan delapan bandara tersebut tersebar di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Sumatera Selatan.

"Adapun delapan bandar udara yang dimaksud adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Empat bandara lainnya yakni Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Dengan kondisi tersebut, Dudy mengimbau masyarakat yang hendak bepergian melalui bandara terdampak untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi terbaru yang disampaikan maskapai mengenai status penerbangan masing-masing.

Di sisi lain, Kemenhub meminta maskapai mengutamakan keselamatan dalam setiap keputusan operasional. Maskapai juga diminta menyampaikan informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan secara cepat, akurat, dan transparan.

Pemerintah membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara lain, di antaranya Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Ilustrasi -  Terminal IC Bandara Soekarno-Hatta setelah direvitaslisasi. [Dok Angkasa Pura Indonesia].

Dudy menekankan maskapai harus segera memberikan kepastian kepada penumpang agar mereka tidak terlalu lama menunggu di tengah kondisi erupsi yang belum dapat diprediksi kapan berakhir.

Baca Juga: Aktivitas Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Erupsi Susulan Masih Bisa Terjadi

"Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu. Karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang," tegas Menhub.

Dudy mengatakan pembukaan kembali bandara tidak akan dilakukan sebelum pemerintah memastikan kondisi keselamatan penerbangan telah terjamin.

"Namun dengan kondisi yang bisa teman-teman saksikan bahwa kemungkinan tidak dalam waktu dekat kita bisa membuka bandara. Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tambah Menhub.

Operator penerbangan juga diminta memastikan petugas dan saluran informasi tetap tersedia untuk membantu penumpang terdampak sehingga perubahan perjalanan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.

Penutupan bandara tersebut sebelumnya berjumlah enam. Dalam jumpa pers daring di Jakarta, Minggu sekitar pukul 13.00 WIB, Menhub mengatakan enam bandara terdampak abu vulkanik erupsi GAK sehingga operasional penerbangannya dihentikan sementara.

Awalnya, Kemenhub menutup lima bandara, yakni Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, serta Budiarto Curug Tangerang.

Setelah pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik dan operasional penerbangannya turut dihentikan sementara.

Perkembangan terbaru kemudian membuat jumlah bandara yang ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik GAK bertambah menjadi delapan.

Load More