- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Jakarta Selatan pada Minggu, 6 September 2026.
- Pedagang masker di kolong Tol Depok-Antasari kehabisan stok akibat lonjakan permintaan warga sejak Senin.
- Harga jual masker melonjak hingga 30 persen karena mengikuti kenaikan dari distributor pusat.
Suara.com - Permintaan masker di kawasan Jakarta Selatan melonjak setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sampai ke langit ibu kota sejak Minggu (6/9/2026).
Lonjakan permintaan ini membuat para pedagang masker di pinggir jalan, salah satunya di kolong Tol Depok-Antasari (Desari), mulai kehabisan persediaan.
Ma'min, seorang pedagang masker di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa barang dagangannya hampir tidak bersisa pada Senin (7/9/2026) ini.
"Untuk per hari ini, alhamdulillah stoknya sampai hampir kosong," kata dia saat ditemui di lapaknya.
Ia mengaku telah menyediakan empat karton masker sejak semalam, dan jumlahnya menipis dengan sangat cepat.
"Sampai nggak ada lagi, stok habis," ujar Ma'min sambil menunjukkan sisa dagangannya yang tinggal beberapa boks.
Selain potensi kelangkaan barang, warga juga harus mulai merogoh kocek lebih dalam karena harga jual masker mulai merangkak naik.
Ma'min memaparkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak Minggu malam yang dipicu oleh harga dari tingkat distributor pusat.
"Ini udah Rp20 ribu, yang tadinya Rp15 ribu. Sekarang udah nggak dapet lagi Rp15 ribu," kata dia.
Kenaikan harga tercatat mencapai angka 30 persen dan berpotensi terus melonjak jika polusi abu vulkanik tidak kunjung membaik.
"Baru 30 persen. Nggak tahu nanti kalau belanja lagi, mungkin udah naik lagi," ucap Ma'min.
Lonjakan pembelian masker di kalangan warga Jakarta sendiri menyusul imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, yang menganjurkan pemakaian masker untuk beraktivitas di luar ruangan selama abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih mengotori udara.
Partikel abu vulkanik yang berbeda karakter dari debu biasa disebut lebih rentan membuat orang-orang terkena infeksi pernapasan bila tidak sengaja terhirup.