News / Nasional
Senin, 07 September 2026 | 13:24 WIB
Pejalan kaki memakai masker saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Sebaran abu vulkanik di Jakarta menyebabkan lonjakan permintaan masker medis di kawasan Asemka sejak Minggu, 6 September 2026.
  • Kenaikan permintaan yang masif tersebut mendorong distributor menaikkan harga pasokan secara bervariasi bagi para pedagang eceran.
  • Harga jual masker standar dan khusus hijab di pasar Asemka melonjak hingga dua kali lipat dari harga semula.

Suara.com - Sebaran abu vulkanik yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya mulai berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di pasar grosir. Di pusat perdagangan alat kesehatan dan aksesoris kawasan Asemka, Jakarta Barat, permintaan terhadap produk masker medis mencatatkan lonjakan tajam sejak akhir pekan lalu.

Kondisi tersebut mendorong terjadinya pergerakan harga dari tingkat distributor, yang berimbas pada penyesuaian harga jual eceran di tingkat pedagang pasar.

Salah seorang pedagang masker di kawasan Asemka, Eko, mengungkapkan bahwa gelombang kenaikan permintaan masker ini terjadi secara mendadak dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

“Iya rame baru kemarin sih, biasanya enggak kayak gini,” kata Eko saat ditemui di kawasan Asemka, Senin (7/9/2026).

Kondisi Penumpang Bandara Soekarno-Hatta setelah adanya penutupan bandara imbas erupsi anak gunung krakatau. [Dokumentasi Kemenhub].

Menurut penuturan Eko, eskalasi transaksi penjualan mulai terlihat sangat signifikan sejak Minggu (6/9/2026) pagi. Hal ini berbanding terbalik dengan dinamika penjualan pada Sabtu (5/9/2026) yang dinilainya masih relatif normal dan belum menunjukkan pergerakan yang berarti.

“Rame dari Minggu pagi, kalau Sabtu belum begitu,” ujarnya.

Harga Distributor Naik Hingga Dua Kali Lipat

Peningkatan volume pembelian masyarakat yang cukup masif secara otomatis diikuti oleh kenaikan harga pasokan dari tingkat distributor. Eko menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat ketebalan lapisan masker.

Untuk produk masker standar kemasan pack, varian yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp15.000 kini mengalami lonjakan hingga dua kali lipat menjadi Rp30.000 per kemasan.

Baca Juga: 2 Negara Tetangga RI Keluarkan Peringatan Pasca Gunung Anak Krakatau Meletus

“Iya ada kenaikan harga, dari distributornya juga. Yang harga Rp15 ribu jadi Rp30 ribu,” katanya.

Tren kenaikan serupa juga melanda komoditas masker medis model khusus hijab. Eko memaparkan bahwa jenis masker hijab tiga lapis (3-ply) yang awalnya dijual seharga Rp15.000 per kemasan, kini menyesuaikan menjadi Rp25.000. Sementara itu, untuk varian masker hijab empat lapis (4-ply), harganya merangkak naik hingga menyentuh angka Rp30.000 per kemasan.

“Tadinya Rp15 ribu, sekarang yang hijab Rp25 ribu. Yang Rp25 ribu tiga lapis, yang empat lapis Rp30 ribu, satu pack-nya,” ujar Eko mengakhiri perbincangan.

Antrean mengular saat harga masker dii pusat perdagangan alat kesehatan dan aksesoris kawasan Asemka, Jakarta Barat naik, Senin (7/8/2026) [SUARA.COM/Agustin A]

Reporter: Agustin Anggraini

Load More