DPR Minta Harga Masker Tak Dimainkan di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 12:54 WIB
Ilustrasi warga menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengimbau warga Jakarta waspada abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Yahya meminta apotek tidak menaikkan harga masker serta mendesak Kemenkes dan Pemda DKI menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi ISPA.
  • Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta memakai masker dan kacamata guna menghindari gangguan pernapasan serta iritasi mata.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Yahya menekankan, pentingnya perlindungan diri melalui penggunaan masker guna menghindari gangguan pernapasan serius.

"Pertama, saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi gunung anak krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta. Kedua, abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengadung silica," ujar Yahya kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Yahya mengimbau warga untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan, terutama saat harus berkegiatan di ruang terbuka.

"Ketiga, saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas diluar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi," tegasnya.

Secara khusus, politisi Partai Golkar ini memberikan peringatan keras kepada pihak apotek maupun pedagang agar tidak melakukan praktik lancung dengan menaikkan harga masker di tengah situasi darurat ini.

"Kelima, saya minta pihak apotek dan toko penjual masker tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker berlipat-lipat. Harus ada rasa empati terhadap masyarakat yang hidupnya masih mengalami kesulitan," jelas Yahya.

Selain masalah masker, Yahya juga mendesak Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk sigap menyiapkan fasilitas layanan kesehatan guna mengantisipasi lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti Ispa," kata dia.

Yahya mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum dan pengendara motor, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi pemerintah melalui berbagai saluran informasi.

"Meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak panik dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah jika beraktivitas diluar rumah, terutama para pengendara sepeda motor dan pengguna kendaraan umum," kata dia.

"Ketujuh, saya minta Kemenkes dan Pemda DKI untuk melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan media sosial guna mengedukasi masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com