PPAD: Purnawirawan TNI AD Adalah Aset Bangsa, Beri Solusi Bukan Sekadar Kritik

Selasa, 08 September 2026 | 08:51 WIB
Plt. Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Komaruddin (ketiga dari kiri). [Suara.com/Istimewa]
  • Plt. Ketua Umum PPAD Mayjen TNI Purn Komaruddin meminta purnawirawan TNI AD menjaga kehormatan institusi dan tidak memakai nama organisasi untuk politik kelompok.
  • PPAD menandatangani kerja sama pendidikan dengan Universitas Salakanagara untuk memberikan beasiswa S1 penuh kepada 200 anak cucu purnawirawan dan PNS TNI AD.
  • Komaruddin mengingatkan agar purnawirawan terus mengabdi kepada negara, menyampaikan kritik secara santun berdasarkan data, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Suara.com - Plt. Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak mengingatkan seluruh purnawirawan TNI AD agar menjaga kehormatan institusi TNI serta tidak menggunakan nama keluarga besar purnawirawan untuk kepentingan politik kelompok tertentu.

Komaruddin menilai purnawirawan TNI AD merupakan aset strategis bangsa yang memiliki pengalaman, pengetahuan, serta tanggung jawab moral untuk terus memberikan kontribusi bagi negara meski telah memasuki masa purnatugas.

Menurut dia, purnatugas bukan berarti berhenti mengabdi. Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tetap perlu tercermin dalam sikap dan perilaku purnawirawan sebagai warga negara.

Komaruddin juga mengingatkan agar perbedaan pandangan dan kritik disampaikan secara santun, berdasarkan data, serta diarahkan untuk memperbaiki keadaan.

Dia secara khusus meminta purnawirawan menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, perbedaan pandangan di antara purnawirawan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh sampai merusak persaudaraan maupun mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

Hal kedua yang menjadi perhatian adalah marwah keluarga besar purnawirawan TNI AD. Komaruddin menilai sejarah pengabdian, pengalaman, jaringan, dan pengaruh sosial yang dimiliki purnawirawan harus digunakan secara bijaksana.

Setiap purnawirawan, kata dia, memiliki hak politik dan pilihan masing-masing. Namun, ketika berbicara atas nama organisasi atau membawa nama keluarga besar purnawirawan TNI AD, kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Komaruddin juga mengajak para purnawirawan mengubah kegelisahan terhadap persoalan bangsa menjadi gagasan dan solusi.

Pengalaman dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, strategi, serta menghadapi berbagai situasi sulit dinilai dapat menjadi modal untuk memberikan masukan bagi pemerintah dan lembaga negara.

Karena itu, kritik yang disampaikan purnawirawan diharapkan tidak berhenti pada perdebatan di ruang publik, tetapi dilengkapi alasan dan data serta diarahkan menjadi rekomendasi yang konstruktif.

Plt. Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Komaruddin (baju batik). [Suara.com/istimewa)

Di sisi lain, PPAD terus mendorong program yang memberikan manfaat bagi keluarga besar purnawirawan TNI AD.

Salah satunya melalui kerja sama pendidikan dengan Universitas Salakanagara (UNSAKA) yang ditandatangani pada 2 September 2026.

Kerja sama tersebut mencakup program S1 beasiswa penuh bagi 200 anak dan cucu purnawirawan TNI AD serta putra-putri pensiunan PNS TNI AD.

Program itu ditujukan untuk menyiapkan generasi penerus yang lebih terdidik dan kompeten sehingga dapat mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Komaruddin menegaskan purnawirawan TNI AD tidak berhenti mengabdi meski medan pengabdiannya telah berubah. Menurut dia, warisan terbaik seorang purnawirawan bukan sekadar pangkat dan jabatan, melainkan keteladanan sebagai negarawan.

Ia menilai purnawirawan tetap dapat menyampaikan kebenaran, memberikan koreksi, dan berbeda pendapat tanpa merendahkan pihak lain maupun memutus persaudaraan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com