- Plt Ketua Umum Komarudin Simanjuntak menyatakan PPAD lahir pada tahun 2003 saat era Reformasi.
- Selama 23 tahun berdiri, PPAD berkomitmen menjalankan kegiatan penguatan kebangsaan dan mendukung kebijakan pemerintah sah.
- Pada Jumat 7 Agustus 2026, Komarudin mengimbau seluruh anggota PPAD agar menjadi teladan di masyarakat.
Suara.com - Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) genap berusia 23 tahun. Dalam peringatan HUT ke-23, seluruh anggota PPAD agar menjadi teladan di kehidupan bermasyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPAD Komarudin Simanjuntak mengatakan, perjalanan selama 23 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Komarudin mengatakan, jika lahirnya PPAD pada tahun 2003 tidak dapat dipisahkan dari dinamika kehidupan nasional pada awal era Reformasi.
“Saat itu, bangsa Indonesia tengah memasuki babak baru demokrasi yang ditandai dengan berbagai perubahan mendasar dalam sistem ketatanegaraan dan kehidupan politik nasional,” kata Komarudin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
Reformasi, membawa tuntutan agar TNI kembali pada jati dirinya sebagai alat pertahanan negara yang profesional.
Berbagai kebijakan strategis kemudian ditempuh, antara lain berakhirnya Dwifungsi ABRI, penghapusan Fraksi ABRI di DPR/MPR, serta penataan kembali peran TNI dalam sistem demokrasi Indonesia.
Dalam situasi tersebut, para purnawirawan TNI AD memandang perlu adanya wadah yang dapat menghimpun potensi, pengalaman, dan pemikiran para purnawirawan secara terorganisasi.
“Organisasi ini diharapkan menjadi saluran untuk menyampaikan pandangan, saran, dan masukan secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi, tanpa terlibat sebagai kekuatan politik praktis,” ujarnya.
“Atas dasar itulah lahir Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfungsi sebagai kekuatan moral bangsa,” imbuh Komarudin.
Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
Sejak awal berdiri, lanjut Komarudin, PPAD berkomitmen menjalankan tujuan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yakni berperan serta dalam mendukung kebijakan pemerintah yang sah dan konstitusional, hasil dari proses demokrasi melalui pemilihan umum.
Dalam setiap langkah pengabdiannya, PPAD senantiasa berpedoman pada Politik Negara dan Politik Kesejahteraan sebagai landasan dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.
“Selama dua puluh tiga tahun perjalanan organisasi, PPAD telah melaksanakan berbagai kegiatan di tingkat pusat maupun daerah yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan, pembinaan jiwa korsa, peningkatan kesejahteraan anggota, pengabdian kepada masyarakat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Komarudin.
Memasuki usia ke-23, tantangan bangsa yang dihadapi Indonesia tentu berbeda dengan dua dekade yang lalu.
Dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, tantangan ekonomi global, ancaman terhadap persatuan bangsa, serta berbagai bentuk disinformasi dan polarisasi sosial menuntut seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat sinergi nasional.
“PPAD memandang bahwa seluruh program dan aktivitas organisasi harus senantiasa selaras dengan visi dan misi Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bukan Buat Ekskul! Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Terkait Latihan Menembak
-
4 HP Samsung Memori Besar Harga Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
Peringati HUT Ke-23, PPAD Ajak Anggotanya Jadi Teladan Kehidupan Bermasyarakat
-
Hanya Bayar Enam Kali Angsuran, Debitur Bank Pollux Ini Divonis 2 Tahun Penjara
-
Ulasan Ghost Doctor: Menggali Makna Empati dan Kemanusiaan di Dunia Medis
-
BATIC 2026 Membuka Jalan Menuju Masa Depan AI, Konektivitas Hingga Infrastruktur Digital
-
Penimbun Sampah Ilegal Kramat Jati Didenda Rp 15 Juta
-
Kementerian ESDM Bantah Beri Tambahan Kuota Nikel 25 Juta Ton untuk Weda Bay
-
Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN Bersama NVIDIA, Siap Jadi Hub AI Regional!
-
Kasus Yurizal, DPR Minta Kemenkes Sanksi Nakes yang Terbukti Langgar Etik