- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan penyaluran bantuan sosial berdasarkan data DTSEN yang terus diperbaiki secara berkala.
- Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan integrasi data dilakukan untuk mencegah penghitungan ganda penduduk pada database.
- Pemerintah menegaskan polemik peringkat desil terjadi karena proses penyempurnaan data yang masih berjalan secara berkelanjutan.
"Kan kalau kita pertama kali tahapan pertama adalah integrasi dulu ya, yang tadinya tercecer dan tidak jelas proses pemutakhirannya dan masing-masing berbeda referensinya," ujarnya.
Proses integrasi tersebut dilakukan setelah adanya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
BPS kemudian harus melakukan penataan data untuk memastikan tidak terjadi penghitungan ganda terhadap individu yang masuk dalam basis data.
"Begitu ada Inpres 4 nomor 2025 diintegrasikan. Proses integrasinya saja memakan waktu berbulan-bulan karena kita harus melihat merapikan jangan sampai ada double counting dalam satu database," kata Amalia.
Selain memastikan tidak ada data ganda, BPS juga melakukan pembersihan dan penambahan data kependudukan yang diperlukan.
"Kemudian yang sudah meninggal kita pastikan dibersihkan tidak ada di dalam database tersebut. Kemudian yang lahir pada tahun lalu dan tahun ini kami pastikan dia juga masuk di dalam database tersebut," tuturnya.
Amalia mengatakan, tahapan integrasi tersebut kini telah selesai. Namun, pekerjaan belum berhenti karena pemerintah masih melakukan pemutakhiran DTSEN secara berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melihat posisi desil saat ini sebagai hasil yang tidak mungkin berubah.
Pemerintah masih memiliki proses panjang untuk memastikan data semakin menggambarkan kondisi masyarakat.
Baca Juga: Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah
"Mari kita sama-sama bersabar karena proses pemutakhiran ini kan banyak tahapan yang harus kami lalui," kata Amalia.
Berita Terkait
-
Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Pekerja Terampil atau Melanjutkan Kuliah
-
Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data
-
Legislator NasDem Eva Stevany Masuk Daftar Penerima Bansos, Pimpinan DPR Bakal Klarifikasi
-
Tak Pernah Terima Bansos, Legislator NasDem Jelaskan Duduk Perkara Nama Eva Rataba Masuk Desil 4
-
Profil Yosia Rinto Kadang, Eks Wabup Toraja Utara Suami Eva Stevany Rataba yang Masuk Desil 4
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
Terkini
-
Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
-
Tiga Nama Urus SKCK, Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo Mulai Terlihat
-
Kemensos dan BPS Kompak: Tak Ada yang Salah Soal Penempatan Desil
-
Waspada Abu Vulkanik! Pakar Paru UI Imbau Warga Lakukan Langkah Perlindungan Ini
-
AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?
-
Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan
-
Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV
-
SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi
-
Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM
-
Di Seberang Rumah: Ketika Dua Luka Saling Menemukan Jalan untuk Pulang