Pimpinan DPR Minta Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan di Anak Krakatau Dilakukan Maksimal

Rabu, 09 September 2026 | 14:59 WIB
Lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)
  • Dasco dan Saan Mustopa prihatin atas hilangnya lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
  • DPR telah mendorong Basarnas serta instansi terkait untuk melakukan pencarian secara maksimal dan sungguh-sungguh agar kepastian keberadaan kelima jurnalis segera diketahui.
  • Saan Mustopa mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap risiko bagi para jurnalis yang bertugas melakukan peliputan di wilayah bencana.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan keprihatinan atas hilang kontaknya lima jurnalis yang tengah melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten.

Dasco mengatakan DPR telah mendorong instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian secara maksimal agar keberadaan kelima jurnalis tersebut segera diketahui.

"Kami menyatakan prihatin terhadap para teman-teman jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya, dan kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui," kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dasco juga mendoakan agar proses pencarian yang dilakukan terhadap lima jurnalis tersebut memberikan hasil terbaik.

"Dan kita doakan semoga upaya yang terbaik juga bisa dapatkan hasil yang terbaik," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengingatkan para jurnalis agar memperhatikan faktor keselamatan ketika melakukan peliputan di wilayah bencana.

Menurut dia, peliput perlu mempersiapkan aspek keselamatan sebelum menjalankan tugas.

"Ya penting menaati berbagai risiko nanti ketika melakukan peliputan, khususnya di daerah-daerah yang memang terkena bencana. Apalagi daerah-daerah yang terkena bencananya itu menimbulkan risiko, bagi tidak hanya masyarakat, tapi juga bagi para peliput," kata Saan.

Ia juga mengatakan DPR akan mendorong Basarnas dan pihak terkait lainnya untuk terus melakukan pencarian terhadap kelima jurnalis tersebut.

"DPR akan mendorong kepada seluruh pihak, terutama pihak-pihak terkait dalam hal ini Basarnas maupun yang lain, untuk secara sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut. Karena penting, kita untuk tahu tentang kepastian keberadaan mereka itu, kan gitu," ungkap Saan.

Menurut Saan, kepastian keberadaan kelima jurnalis tersebut penting bukan hanya bagi mereka yang hilang, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerjunkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memperkuat operasi pencarian delapan penumpang speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto dok. Basarnas)

Lebih lanjut Saan mengingatkan agar jurnalis yang bertugas di wilayah bencana tidak mengabaikan faktor keselamatan. Ia kembali meminta Basarnas dan pihak terkait melakukan pencarian secara sungguh-sungguh terhadap lima jurnalis tersebut.

"Karena ini menyangkut bukan hanya yang bersangkutan, tapi juga keluarga dan juga kita semua. Jadi sekali lagi, DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka," jelasnya.

Sebelumnya, lima jurnalis tersebut hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain lima jurnalis, terdapat seorang pemandu wisata serta dua kru kapal dalam rombongan tersebut. Rombongan sempat mengirimkan kabar dari sekitar Gunung Anak Krakatau sebelum kemudian hilang kontak.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com