Debu Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Negeri Jiran? Pemerintah Malaysia Buka Suara

Kamis, 10 September 2026 | 14:48 WIB
Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat menempel di meja sebuah fasilitas umum di Bandarlampung, Minggu (6/9/2026). [Suara.com/Ira]
  • Departemen Meteorologi Malaysia membantah klaim media sosial bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memasuki wilayah udara Malaysia.
  • Hasil pemantauan menunjukkan debu vulkanik tersebut bergerak menuju wilayah Samudra Hindia di sebelah barat laut Pulau Sumatra.
  • Pemerintah menegaskan aktivitas gunung berapi dan fenomena El Nino merupakan dua kejadian berbeda yang tidak saling berkaitan.

Suara.com - Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) membantah informasi yang beredar di media sosial terkait abu vulkanik erupsi gunung anak Krakatau emasuki wilayah udara Malaysia.

Direktur Jenderal MetMalaysia, Dr Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan pemantauan terbaru tidak menemukan bukti bahwa abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau bergerak menuju Semenanjung Malaysia, Sabah, maupun Sarawak.

Menurutnya, abu vulkanik yang terdeteksi justru bergerak menuju wilayah Samudra Hindia di sebelah barat laut Sumatera.

"Hasil pemantauan menunjukkan debu tersebut bergerak ke wilayah laut terbuka, bukan menuju Semenanjung, Sabah, atau Sarawak," katanya dikutip dari Berita Harian.

Material abu vulkanik menempel di lantai teras dan mobilnya di Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.

Mohd Hisham juga meminta masyarakat, khususnya pengguna media sosial, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Penyebaran informasi yang tidak akurat dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas gunung berapi dan gempa bumi yang terjadi bersamaan dengan fenomena El Nino merupakan dua hal berbeda.

"Kejadian letusan gunung berapi atau gempa bumi dengan fenomena El Nino yang melanda negara adalah dua hal berbeda dan tidak memiliki kaitan langsung. Kebetulan terjadi dalam periode yang sama sehingga ada pihak yang menganggap keduanya saling berkaitan," katanya.

Sebelumnya, media sosial Malaysia diramaikan klaim bahwa gas sulfur dioksida (SO) dari letusan terbaru Anak Krakatau telah memasuki wilayah udara Malaysia.

Klaim tersebut disertai gambar model atmosfer berwarna merah dan jingga serta imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker.

Namun, MetMalaysia menyatakan pemantauan yang dilakukan tidak menunjukkan adanya abu vulkanik beracun yang melintasi wilayah udara Malaysia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com