- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta perusahaan segera melaporkan aksi premanisme di Bekasi pada Jumat (11/9/2026).
- Tindakan pungli dan premanisme tersebut dinilai dapat mengganggu iklim investasi nasional serta meragukan para investor.
- Polri memastikan perlindungan dan kepastian hukum untuk menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran operasional dunia usaha.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta pemilik perusahaan tidak ragu melaporkan jika menemukan aksi premanisme.
Sigit menilai pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme dapat membuat investor ragu untuk berinvestasi sehingga berpotensi mengganggu iklim investasi di Indonesia.
“Silakan untuk dilaporkan dan kepolisian tentu akan segera menindaklanjuti. Sehingga kemudian para investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” kata Sigit di Bekasi, Jumat (11/9/2026).
Sigit menegaskan stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha. Menurutnya, keamanan diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja, menjamin kelancaran operasional perusahaan, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Indonesia.
Sigit menyampaikan, Indonesia saat ini memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.
Berdasarkan catatan, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I 2026. Pada periode yang sama, Jawa Barat membukukan realisasi investasi sebesar Rp138 triliun.
Sementara itu, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah yang mendukung besarnya investasi di Jawa Barat. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai Rp31,7 triliun atau 41,29 persen dari total investasi Jawa Barat pada periode tersebut.
Karena itu, Sigit memastikan Polri akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan.
“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” tandasnya.