- DPP PKS menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPTP PKS, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026.
- Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengajak masyarakat dan pejabat publik menerapkan nilai Al-Qur'an serta akhlak Rasulullah SAW.
- Acara keagamaan tersebut diisi dengan tausiyah oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Muhammad Cholil Nafis.
Suara.com - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Mengusung tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Inspirasi Membangun Negeri, kegiatan tersebut menekankan pentingnya nilai Al-Qur’an dan keteladanan Nabi dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Khatmil Qur’an yang sekaligus menjadi penutup Sima’an 30 Juz Al-Qur’an ke-1637.
Kegiatan tersebut dipimpin Kiyai Ali Qur’ani (KAQ), Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Keumatan dan Kerukunan Beragama.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf (AMY) mengatakan, pemilihan Al-Qur’an sebagai pembuka rangkaian Maulid Nabi memiliki pesan tersendiri.
Ia berharap semangat Qur’ani tidak berhenti dalam kegiatan keagamaan, tetapi terus mewarnai kehidupan pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga besar PKS.
“Peringatan Maulid kita dari kemarin sampai hari ini kita dahulukan dengan semangat Qur’an. Kita berharap syiar Qur’an ini mewarnai diri kita pribadi, keluarga kita, dan keluarga besar PKS,” ujar AMY.
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, AMY mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat Al-Qur’an sekaligus menjalankan risalah kenabian dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut secara khusus ditujukan kepada para pemimpin dan pejabat publik agar keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.
“Marilah kita bersama-sama menghidupkan semangat Al-Qur’an dan risalah kenabian dalam kehidupan kita,” tutur AMY.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai keadilan, kesejahteraan, kejujuran, dan amanah dinilai penting untuk terus diwujudkan dalam kehidupan publik.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, terutama dalam menegakkan keadilan, menghadirkan kesejahteraan, menjaga kejujuran, dan menjalankan amanah,” lanjutnya.
AMY menilai akhlak Rasulullah bukan sekadar bagian dari sejarah umat Islam.
Nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat dan negara yang menjunjung keadilan, kesejahteraan, kejujuran, serta amanah.