Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah (Suara.com/Lilis Varwati)
  • Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengecam penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan pada Rabu (9/9).
  • Komnas HAM menegaskan status Aparatur Sipil Negara tidak menghilangkan kedudukan korban sebagai warga sipil yang berhak atas perlindungan hak hidup.
  • Komnas HAM meminta Polda Papua segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut.

"Oleh karena itu, penghormatan terhadap kehidupan manusia harus menjadi batas mendasar bagi setiap pihak dalam situasi kekerasan maupun konflik," ujar Anis.

Komnas HAM menegaskan perlindungan warga sipil harus ditempatkan di atas kepentingan dan tujuan politik pihak mana pun.

"Tidak ada tujuan politik, keamanan, ataupun tuduhan keberpihakan yang dapat menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan dan merampas nyawa warga sipil," kata Anis.

Komnas HAM juga meminta Kepolisian, khususnya Polda Papua, melakukan penyelidikan secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap pelaku serta pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tiga ASN Jayawijaya tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com